Hukum & Kriminal

Kakek Residivis Pembobol Puskesmas Tongas Ditangkap


PROBOLINGGO – Seorang kakek berinisial IS (51) warga Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang merupakan seorang residivis, kembali dibekuk Polisi. Kali ini dia tertangkap setelah melancarkan aksinya membobol Puskesmas Tongas pada Rabu (4/5) lalu.

Berdasarkan informasi polisi, IS ditangkap oleh anggota unit Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota pada Selasa (24/5) lalu. Dia ditangkap dirumahnya yang berada di Situbondo, lengkap dengan sejumlah barang bukti berupa 1 unit ponsel, 1 unit laptop, dan 1 unit laptop yang dicurinya dari Puskesmas Tongas.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sya’bani menyampaikan pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan tersebut. Bermula ketika anggotanya menerima laporan terkait kasus pencurian sejumlah alat elektronik di Puskesmas Tongas pada 4 Mei 2022 lalu.

“Dari laporan tersebut anggota kami melakukan penyelidikan dan hasilnya mengarah terhadap pelaku yang kini telah kami amankan. Ternyata pelaku ini juga merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama,” ujarnya, Kamis (26/5).

Dijelaskannya dalam menjalankan aksinya, IS melakukannya sendiri tanpa dibantu orang lain. Modusnya yakni dengan berkeliling antar kota menggunakan sepeda motor miliknya. Saat berkeliling itulah, pelaku mencari sasaran perkantoran yang dianggap minim penjagaan.

“Setelah menemukan sasarannya, pelaku menjalankan aksinya pada dini hari. Pada saat itu dirasa penjagaan perkantoran sangat longgar. Dia masuk kantor dengan cara mencongkel jendela dan secara leluasa mencuri barang berharga seperti laptop dan barang lainnya,” jelas Kapolresta.

Sementara itu, Yuliana yang menjadi korban akai pencurian tersebut mengungkapkan beberapa hal. Aksi pencurian laptop yang menimpanya itu, bermula ketika dia mendapatkan tugas jaga shift malam di Puskesmas Tongas bersama dengan rekannya.

“Seusai menjalankan ibadah sholat shubuh, kami mendapati laptop dan ponsel yang kami letakkan didalam ruangan sudah raib dicuri. Karenanya kami melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Alhamdulillah kini pelakunya sudah tertangkap,” kata tenaga honorer tersebut.

Akibat perbuatannya, IS diancam dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Dimana ancaman hukumnya yakni yakni kurungan penjara maksimal 7 tahun. (tm/ra)


Bagikan Artikel