Hukum & Kriminal

Rahman, warga Desa Pesisir, Gending Kabupaten Probolinggo kemarin dikeler ke Polres Probolinggo Kota. Dan Azizah, korban penjambretan yang harus mendapat perawatan di rumah sakit. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Spesialis Penjambret Dihajar Massa, Korbannya Perempuan Hamil

PROBOLINGGO – Rahman (34), warga Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo babak belur dihajar massa. Ia dihakimi massa setelah tertangkap menjambret dompet milik Azizah (25), Selasa (29/1) sekitar pukul 09.00.

Dalam peristiwa penjambretan itu, Azizah yang merupakan warga  Kelurahan/Kecamatan  Kademangan Kota Probolinggo terluka. Wanita yang tengah hamil muda itu sampai harus dirawat di RSUD dr Moh. Saleh karena luka lebam di bagian wajahnya. Azizah mendapatkan luka itu karena terjatuh setelah menabrak pelaku jambret.

KBO Reskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Djarwo mengatakan, korban tidak langsung dibawa ke mapolresta, karena masih dilakukan pengembangan. Hasilnya, Rahman mengaku telah melakukan aksi penjambretan di 9 titik. Tujuh di antaranya berada di wilayah Polres Probolinggo Kota. Sisana berada di wilayah hukum Polres Probolinggo.

Namun, dari 9 lokasi penjambretan di wilayah polresta, hanya 2 titik yang ditunjukkan oleh pelaku. Iptu Djarwo menyebutkan, 9 penjambretan tersebut dilakukan selama bulan Januari 2019. Rahman spesialis jambret yang keluar masuk penjara. “Spesialis jembret. Dua kali dipenjara di Rutan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Di kota juga pernah dihukum. Kami jerat pasal 363 dengan acaman 7 tahun penjara,” tandas Iptu Djarwo kepada wartawan, kemarin.

Sementara, dalam penjambretan kemarin, Rahman menyasar Azizah saat hendak pulang.  Azizah yang diketahui tengah hamil 4 bulan itu sedang lewat di Jalan Brantas dari arah utara.  Tiba-tiba di depan Rusunawa (Rumah Susun Sewa Sederhana) Brantas, laju motor Azizah didahului pelaku. “Begitu menyalip, pelaku mengambil dompet di saku korban,” ujarnya.

Tahu dompetnya dibawa kabur, Azizah mengejar. Dan setelah dekat, Azizah menabrak kendaraan pelaku dari arah belakang. Korban jatuh dan terlepas dari sepeda motornya.  Sedangkan pelaku terus kabur. Tetapi warga yang mengetahui aksi penjambretan itu langsung mengejar pelaku.

Tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), Rahman berhasil dihentikan warga. Ia kemudian dihajar ramai-ramai oleh massa. Syukur saja Rahmad cepat diamankan petugas yang melintas Jl Brantas. Pelaku kemudian diamankan kantor Sarpas (Sarana dan Prasarana) Kademangan.

Lantaran warga semakin banyak berdatangan, Rahman kemudian dibawa petugas ke polresta. “Uang di dompetnya tidak banyal. Tapi ada handphone-nya. Dompet, HP, motor pelaku dan korban sudah kami amankan,” pungkas Iptu Djarwo.

Sementara itu, salah satu warga yang mengaku ikut mengejar, menyebutkan bahwa Rahman ditangkap di Jalan Barito. Tepatnya di selatan Perumahan Prasaja Mulia Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. “Saya yang ngejar. Korban berteriak jambret, langsung saya kejar lewat Jalan Bengawan Solo dan ketangkap di Jalan Barito. Ya, dipukuli massa,” ujar pria yang tidak mau menyebutkan nama itu. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan