Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Pengedar Dextro Asal Paiton


PROBOLINGGO – Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Probolinggo berhasil menggagalkan upaya peredaran ribuan butir pil setan jenis Dextrometrophan di wilayah hukumnya.Total sebanyak 1.288 butir pil setan itu berhasil disita dari seorang pemuda berinisial RE (26) warga Desa/Kecamatan Paiton pada Jumat (20/5) malam lalu.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan penangkapan terhadap tersangka. Bermula dari adanya laporan dari masyarakat melalui aplikasi Halo Pak Kapolres yang sebelumnya telah dilaunching oleh Kapolres. Melalui aplikasi pengaduan masyarakat itulah, akhirnya oleh anggota Satreskoba Polres melakukan penyelidikan hingga berujung pada penangkapan terhadap RE di rumahnya yang berada di dusun Krajan Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

“Tersangka awalnya mengelak mengedarkan barang haram itu. Namun setelah dilakukan penggeledahan didalam rumahnya dan didapati adanya ribuan butir pil Dextromethorpan. Akhirnya tersangka tak bisa mengelak lagi,” ungkap AKBP Teuku Arsya, Minggu (22/5).

Disebutkan, setelah dihitung oleh anggotanya. Ternyata barang haram yang disimpan dalam kantong plastik siap edar itu. Berjumlah sebanyak total 1.288 butir, terdiri dari empat belas poket yang masing-masing berisi 35 butir dengan jumlah 490 butir, dan 57 poket berisi masing masing 14 butir dengan jumlah 798 butir.

“Saat ini barang bukti itu telah kami amankan, beserta dengan tersangkanya di Mapolres Probolinggo,” sebutnya.

Adapun jeratan hukum yang akan dikenakan kepada tersangka RE. Yakni pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukumannya yakni kurungan penjara paling lama 15 tahun,” tegas Perwira Polisi asal Aceh tersebut.

Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo mengapresiasi kinerja jajaran Satresnarkoba dalam menangani peredaran gelap narkoba di Kabupaten Probolinggo.

“Saya memberikan apresiasi kepada petugas atas kinerja kali ini. Serta kami mengimbau agar para pemuda jangan sekali-kali menggunakan narkoba karena narkoba dapat merusak generasi bangsa,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel