Hukum & Kriminal

Pembunuh Wanita Tanpa Busana Ditangkap, Motif Sakit Hati


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita yang jasadnya ditemukan tanpa busana di sebuah pekarangan warga di desa Legundi kecamatan Bantaran pada Senin (25/4) lalu. Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa identitas mayat tersebut ialah Jaminah (65), warga setempat. Korban tewas dengan luka dibagian kepala setelah dianiaya oleh Ahmad Hadi (23), yang notabene merupakan cucu keponakannya dan tinggal serumah dengan korban.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan yang sempat viral itu. Bermula ketika anggota Polsek Bantaran menerima adanya laporan dari masyarakat tentang adanya penemuan mayat di Desa Legundi.

“Saat ditemukan kondisi jasad sudah mengalami pembusukan dan diperkiran meninggal sudah lebih dari satu hari. Selanjutnya jenazah dibawa ke RS Waluyo Jati Kraksaan guna proses identifikasi,” katanya, Jumat (29/8).

Dijelaskannya, selang satu hari setelah penemuan jasad tepatnya pada tanggal 26 April 2022 lalu. Salah satu keluarga korban melapor kepada pihak kepolisian bahwa korban sudah tidak pulang selama lima hari.

“Laporan dari saudara korban menjadi salah satu petunjuk penting untuk petugas melakukan identifikasi, dan diketahui bahwa jenazah tersebut positif adalah jenazah saudari J,” jelasnya.

Berbekal laporan tersebut, Kemudian Timsus gabungan dari Satreskrim Polres Probolinggo dan Unit Reskrim Polsek Bantaran. Melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi serta melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan tersebut, ditemukan persesuaian dan kecurigaan petugas mengarah terhadap pelaku.

“Kemudian kami lakukan penggeledahan di rumah tersangka AH dan ditemukan barang bukti berupa percikan darah di lokasi serta perhiasan korban yang disembunyikan di atap rumah saudara AH,” terang Kapolres.

Lebih lanjut kata Kapolres, kemudian petugas melakukan interogasi terhadap Ahmad Hadi, hingga akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya yang telah membunuh Jaminah.

“Setelah kami interogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya yang menghilangkan nyawa korban dengan cara memukul bagian pundak belakang kepala dengan menggunakan kunci inggris,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rahmad Ridho Satrio menjelaskan motif yang dilakukan pelaku hingga tega menghabisi korban dikarenakan sakit hati. Korban sakit hati usai mendengar perkataan korban sewaktu pelaku coba meminta uang kepada korban pada hari Kamis (21/4/2022).

“Pelaku ini sakit hati karena korban menghina dirinya dan ayahnya sehingga ketika ia pulang dari rumah korban. Lantas ia melihat sebuah kunci inggris dan kemudian mendatangi kembali rumah korban dan memukul korban saat sedang mandi,” jelasnya.

Dipaparkannya pula, guna menghilangkan barang bukti tersangka menyeret korban ke sebuah pekarangan kosong milik tetangganya. Namun belakangan jasad Jaminah ditemukan oleh warga dalam keadaan membusuk.

“Jasad korban ditemukan warga sudah dalam kondisi membusuk. Hal itu sempat membuat kami kesulitan untuk mengenali identitas korban,” paparnya.

Disebutnya atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancaman hukumnya pidana mati atau penjara seumur hidup atau kurungan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel