Hukum & Kriminal

Polres Probolinggo Kota Gulung 28 Pengedar Narkotika


PROBOLINGGO – Dipenghujung bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, Polres Probolinggo Kota sukses menggulung sebanyak 28 pengedar narkotika di wilayah hukumnya. Hal itu terungkap dalam rilis yang diadakan oleh Polres Probolinggo Kota pada Senin (25/4).

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa’bani mengungkapkan, Kedua puluh delapan tersangka peredaran narkotika tersebut. Berasal dari berbagai latar belakang profesi, yang diantaranya yakni sopir travel.

“Mereka kami tangkap atas keterlibatannya dalam peredaran berbagai jenis narkotika. Diantaranya sabu dan pil trihexypenidyl dan dextromethorpan atau pil koplo,” ungkapnya, Senin (25/4).

Disebutkan, sedikitnya ada sekitar 27 paket sabu dan 5.026 pil koplo yang berhasil diamankan dari tangan ke-28 pengedar narkotika tersebut. “Rinciannya 21 tersangka terlibat dalam kasus peredaran sabu, dan 7 tersangka lainnya terlibat dalam kasus peredaran pil koplo,” sebutnya.

Ditambahkannya penangkapan terhadap ke-28 tersangka peredaran narkotika itu. Merupakan hasil kerja keras dari anggota unit Sat Resnarkoba Polres Probolinggo kota dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami mengapresiasi hasil kerja dari anggota unit Sat Resnarkoba yang telah berhasil mengamankan wilayah hukum Polres Probolinggo kota dari peredaran barang haram tersebut,” jelasnya.

Terakhir, AKBP Wadi Sa’bani menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi adanya aktifitas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Bahkan eks Kasat Narkoba Restro Jaksel Polda Metro Jaya ini mengancam akan menindak tegas para pelaku yang masih nekat menjalankan aktifitas melawan hukum tersebut.

“Peredaran narkotika harus ditindak tegas. Apapun modusnya dan jenisnya peredaran narkotika dapat mengancam generasi penerus bangsa. Karena itu pasti akan kami tindak tegas para pelakunya,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Joko Murdianto mengatakan kepada para tersangka narkotika yang diamankan itu. Mereka akan dijerat dengan dua pasal berbeda yakni untuk tersangka peredaran sabu dikenakan pasal 111 sampai dengan 116 UU Narkotika. Dijerat hukuman penjara minimal 4 (empat) tahun dan maksimal pidana mati, serta denda paling sedikit Rp800.000.000 dan paling banyak Rp10.000.000.000.

“Sedangkan untuk oengedar pil koplo dikenakan pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dimana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel