Hukum & Kriminal

Juragan Penembak Karyawan Peragakan 12 Adegan Rekonstruksi


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo menggelar rekonstruksi peristiwa nahas seorang karyawan yang ditembak juragan ayamnya hingga tewas, Senin (11/4). Gelar rekonstruksi tersebut digelar di Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Lokasinya tepat di tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam rekonstruksi tersebut, terdapat 12 adegan yang diperagakan oleh tersangka Daud Patriono Immanuel (52). Diawali dengan Daud yang melakukan latihan tembak di area persawahan yang berada di samping rumah kontrakannya di Desa Gerongan, Kecamatan Maron. Kemudian ia meminta bantuan kepada korban Idam Kholik (30) untuk memasang peluru pada magazine miliknya sekaligus memasang sasaran tembak.

Nahasnya saat kali ketiga korban memasang sasaran tembak, keberadaan Idam tidak terlihat oleh Daud saat melepaskan tembakan. Hingga pada akhirnya korban berteriak bahwa dirinya terkena tembakan.

“Kami dari tim penyidik Polres Probolinggo, Polsek Maron, kejaksaan melaksanakan kegiatan rekonstruksi kejadian tewasnya warga Kabupaten Probolinggo karena terkena peluru senapan angin,” kata Kapolsek Maron Iptu Samiran, saat di lokasi rekonstruksi.

Kapolsek Maron menjelaskan dalam rekonstruksi yang terdapat 12 adegan tersebut diketahui jarak sasaran tembak sejauh 74 meter, sedangkan lokasi korban tertembak berjarak 3 meter dari titik sasaran.

“Korban tertembak peluru senapan angin milik tersangka di jarak 71 meter. Meski sempat mendapat pertolongan, nyawa korban tetap tidak tertolong saat perjalan ke puskesmas,” tutur kapolsek.

Saat ini Kepolisian juga tengah mendalami dari mana senapan angin modifikasi tersebut didapat. Sebab, pihaknya akan berusaha secara maksimal demi menyelesaikan penanganan perkara yang menyebabkan warga meninggal ini.

“Masih kami dalami ya. Saya mengimbau kepada seluruh warga dalam hal menggunakan senapan angin, tolong ikuti aturan tata cara penggunaannya, bagaimana cara penyimpanannya dan ada aturan sendiri mana yang boleh dipakai dan senjata mana yang tidak boleh dipakai,” imbaunya. (ay/eem)


Bagikan Artikel