Hukum & Kriminal

Bos Penembak Karyawan Sampai Tewas Terancam 5 Tahun Penjara


PROBOLINGGO – Daud Patriono Imanuel (52), warga Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran menghilangkan nyawa anak buahnya, Idam Kholik (29), warga Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa itu terjadi ketika keduanya sedang berlatih menembak dengan senapan angin di area persawahan di Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kamis (7/4) lalu.

Penetapan tersangka itu disampaikan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi dalam konferensi pers yang digelar di Polres Probolinggo, Sabtu (9/4) siang. Pihaknya terus melakukan pengembangan.

“Berdasar hasil pemeriksaan, Daud kami tetapkan sebagai tersangka dengan dikenai pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara karena telah lalai dalam menggunakan senapan angin hingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rahmad Ridho Satrio menerangkan, kejadiaan nahas itu bermula saat Idam berusaha menempelkan kembali sasaran tembak yang terjatuh ketika ditempel di pohon kelapa. Bersamaan dengan hal tersebut, senapan angin yang dipegang oleh Daud meletus. Tak ayal peluru langsung mengenai dada kanan Idam yang berada dekat dengan lokasi sasaran tembak.

“Dalam latihan itu, korban memasang sasaran yang terbuat dari kardus dan ditempelkan ke pohon kelapa dengan jarak menembak sekitar 60 meter. Namun, sasaran tembak itu terjatuh, korban berusaha untuk memasangnya kembali, tapi senapan anginnya sudah meletus, dan mengenai korban,” ujarnya.

Menyadari korban terkena peluru senapan anginnya, Daud langsung lari ke arah korban. Ia segera membawanya ke Puskesmas Condong. Namun, nyawa Idam tidak terselamatkan.

“Tim Labfor Polda Jawa Timur sudah turun dan melakukan otopsi terhadap korban. Kami masih menunggu hasilnya,” ungkap AKP Rahmad.

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kejadian ini yakni satu buah senapan angin jenis PCP kaliber 4,5, satu butir peluru kaliber 4,5 lokal merk samyang yang menjadi penyebab tewasnya korban, satu buah kaos, dan celana levis milik korban. Selanjutnya 2 lembar potongan kardus sasaran tembak dan 134 butir peluru kaliber 4,5 lokal merk samyang.

“Ancamannya 5 tahun. Ini masih kami dalami lagi, apabila ada unsur kesengajaan dapat dikenakan pasal tambahan nantinya,” ujar AKP Rahmad. 

Di sisi lain, Daud mengaku sangat menyesali perbuatannya tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi tanpa unsur kesengajaan darinya. Dengan cucuran air mata, ia berharap pemberian maaf dari keluarga korban.

“Hanya maaf yang saya harapkan dari keluarga korban. Idam anak yang baik, kerjanya bagus. Dia sudah seperti keluarga buat saya. Mohon maafkan saya,” ungkapnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel