Hukum & Kriminal

Polisi Selidiki Pemilik Mobil Angkutan Curwan


GADING – Pada Sabtu (5/3) pekan lalu, sebuah mobil tak bertuan ditemukan di Desa Ranuwurung, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Hingga kini, status kepemilikan mobil colt station bernopol N 8834 NL itu masih ditelusuri oleh Polsek Gading. Pasalnya, mobil tersebut diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian hewan (curwan).

Kanit Reskim Polsek Gading Aipda Antono mengatakan, pihaknya telah mengecek nomor plat mobil tersebut ke Samsat Kraksaan. Hasilnya plat tersebut adalah milik pikap Mitsubishi L 300. Artinya, mobil tak bertuan itu menggunakan plat nomor palsu.

“Tidak muncul nama pemiliknya, hanya muncul jenis kendaraannya. Hasilnya pun tidak sesuai dengan jenis mobil yang kami temukan,” katanya, Kamis (10/3).

Sehingga, saat ini pihaknya masih terus berupaya mencari identitas pemilik kendaraan tersebut. Pihaknya masih melakukan pengecekan nomor mesin dan nomor rangka dari kendaraan tersebut.

“Hanya saja hingga saat ini hasil dari pengecekan masih belum keluar. Nanti kalau hasilnya sudah ada, tentu akan keluar nama pemiliknya,” ujarnya.

Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Bahkan, sudah ada 5 saksi yang diperiksa guna pengungkapan. Mobil tersebut diduga kuat memang sengaja dirancang untuk digunakan mengangkut sapi curian. Karena di lantai mobil ditemukan banyak bulu hewan. Sementara di langit-langit mobil terdapat kotoran seperti bekas gesekan punggung sapi.

Terlebih, kata Aipda Antono, ketika mobil tersebut ditemukan juga berbarengan dengan peristiwa pencurian sapi yang terjadi beberapa jam sebelumnya di Desa Prasi, Kecamatan Gading. Hamsuli (53), warga Desa Prasi mengaku kehilangan 2 ekor sapi miliknya yang berusia 11 tahun dan 2,5 tahun. Ia pun mengadukan peristiwa terebut kepada sanak keluarga dan tetangganya untuk dilakukan pengejaran.

Pengejaran terebut membuahkan hasil, sapi yang berusia 11 tahun berhasil ditemukan di sebuah hutan di Desa Keben. Sedangkan 1 sapi lainnya terus berupaya dicari. Ketika proses pencarian dilakukan, Hamsuli melihat mobil colt station melaju kencang sehingga menimbulkan kecurigaan.

Aipda Antono mengungkapkan, warga berupaya mengejar mobil tersebut. Warga yang melihat aksi tersebut juga membantu dengan cara melempar batu ke arah mobil. Akibatnya, kaca belakang mobil tersebut pecah.

Ketika mobil tersebut berhenti di lokasi penemuan, terlihat 3 orang keluar dari dalam mobil terebut sambil membawa celurit dan melarikan diri. Namun sayang, ketiganya tidak berhasil disergap warga.

“Kami harap kasus ini bisa segera terungkap. Ada 1 sapi yang sudah berhasil ditemukan tidak jauh dari penemuan lokasi yang pertama. Saat ini kami fokus kepada identitas pemilik mobil ini,” ujar Aipda Antono. (ay/eem)


Bagikan Artikel