Hukum & Kriminal

Deposito Tak Cair, Mitra Perkasa Dilaporkan

PROBOLINGGO – Buani tak sabar lagi dengan perlakuan KSU Mitra Perkasa (KSU-MP) yang tak kunjung mencairkan uang tabungannya. Warga Jalan MH Tamrin Kelurahan  Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini memutuskan untuk melaporkan koperasi tersebut ke Polres Probolinggo Kota, Jumat (25/1) pagi.

 

Saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo Kota, Buani tak sendirian. Ia didampingi Djando GH, kuasa hukumnya. Usai melapor, Buani memberikan keterangan kepada para wartawan. “Jumlah  tabungan deposito saya selama 10 tahun mencapai Rp 45 juta. Namun, hingga kini tidak bisa dicairkan, padahal jatuh temponya Februari tahun lalu (2018, red),” ujarnya.

 

Sebelum jatuh tempo, Buani hendak mengambil uang tabungannya untuk suatu kebutuhan. Pada 6 November 2017, ia berangkat ke KSU-MP demi mengambil uang sebesar Rp 15 juta. Pengajuannya disetujui. Pihak KSU-MP tidak mencairkan uang itu secara tunai. Namun dengan cara dimasukkan ke rekening tabungan. “Tapi sampai sekarang, (uang itu) enggak bisa diambil,” ungkap Buani.

 

Dulu, Buani tertarik mendepositokan uangnya karena tergiur bunga deposito yang besar. Ia dijanjikan akan mendapat penghasilan sebesar Rp 100 ribu tiap bulan untuk simpanan sebesar Rp 10 juta. “Tapi, kenyataannya tidak ada. Bahkan uang saya gak bisa diambil,” terangnya.

 

Djando GH, kuasa hukum Buani menyatakan, kliennya terpaksa melaporkan KSU-MP yang dipimpin oleh Welly Sukamto itu. Pasalnya, kliennya sudah bosan dengan janji-janji dari KSU-MP yang tidak terbukti. “Kami laporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan koperasi,” sebutnya.

 

Menurutnya, yang dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota adalah deposito milik Buani sebesar Rp 30 juta. Sementara uang sebesar Rp 15 juta yang sudah dimasukkan ke rekening tabungan, tidak bisa dilaporkan. Sebab uang tersebut bisa dicairkan sewaktu-waktu karena tidak ada jatuh temponya. Djando menyatakan tidak masalah dengan hal tersebut.

 

“Menurut petugas seperti itu. Yang Rp 15 juta tidak bisa dilaporkan karena berbentuk tabungan. Jadi, yang dilaporkan simpanan deposito senilai Rp 30 juta,” kata Djando.

 

Sementara itu, Kepala SPKT Polres Probolinggo Kota Aiptu Usman mengatakan, laporan dari kuasa hukum Buani telah diterima pihaknya. Selanjutnya laporan tersebut akan diteruskan ke penyidik Sat Reskrim.

 

“Laporannya sudah kami terima. Sudah dibuatkan laporannya. Sebentar lagi, kami teruskan ke penyidik,” kata Aiptu Usman.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari Putut Gunawarman, kuasa hukum dari Welly Sukanto. Koran Pantura mencoba menghubungi Putut via ponsel, namun tidak direspon. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan