Hukum & Kriminal

Pencuri Motor Nyamar Polisi


PROBOLINGGO – Satu per satu kasus pencurian sepeda motor di Kota Probolinggo mulai diungkap oleh Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Berbekal pengembangan ungkap kasus curanmor di Pasar Sapi Wonoasih, petugas melakukan penangkapan terhadap penadah dan barang bukti sepeda motor lainnya.

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa Satreskrim telah menangkap 2 orang penadah. Selain itu, total sepeda motor berbagai merek yang berhasil diamankan sebanyak 5 (lima) buah.

“Sesaat usai penangkapan tersangka dengan TKP Pasar Hewan Wonoasih, diperoleh informasi bahwa pelaku HG telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 21 kali. Petugas kemudian melakukan pengembangan perkara dan berhasil menangkap SZ warga Kecamatan Kuripan dan SY warga Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo,” jelasnya, Minggu (6/2).

Dari SZ, petugas berhasil melakukan penyitaan 1 (satu) buah sepeda motor yaitu Honda Vario warna hitam tanpa plat nomor hasil pencurian HG dan RH (DPO) di sebuah kost-kostan daerah Mayangan. Sedangkan dari SY, petugas berhasil melakukan penyitaan 1 (satu) buah motor Honda Beat, tanpa nopol, sedangkan nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin)  rusak.

“Petugas juga melakukan penggeledahan di rumah RH (DPO). Disana ditemukan belasan plat nomor tanpa motor dan onderdil part sepeda motor dari berbagai merek. Nomor – nomor tersebut tentunya akan kami gunakan sebagai tambahan informasi guna penyidikan lebih lanjut,“ tambahnya.

Menurutnya, saat ini petugas masih berupaya keras untuk melakukan pengembangan di lapangan. Harapannya, dari puluhan TKP curanmor ini bisa ditemukan kembali sepeda motor para korban. “Selain itu, kami juga berpesan kepada pemilik sepeda motor untuk berhati hati dalam memarkir sepeda motornya. Gunakan kunci ganda maupun kunci rahasia untuk memaksimalkan keamanannya,“ pungkasnya.

Modus baru ternyata digunakan oleh HG, pelaku curanmor dengan 21 TKP di Kota Probolinggo dalam menjalankan aksi kejahatannya. Rupanya, saat menjalankan aksinya, dia menggunakan jaket warna hitam bertuliskan “POLISI”. Hal ini untuk mengecoh dan menyamarkan aksi kejahatannya. Selain itu menjadi pemakluman bagi masyarakat yang melihat bahwa pelaku adalah polisi yang sedang bertugas.

“Saat melancarkan aksinya hingga berujung ke penangkapan, pelaku HG menggunakan jaket bertuliskan POLISI di bagian belakangnya. Tujuannya, agar masyarakat mengira mereka adalah polisi yang sedang berpatroli atau bertugas,” kata Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah, Kamis (03/02).

Ketika ditanya darimana memperoleh jaket tersebut, HG menjawab bahwa jaket itu adalah milik RH (DPO) yang saat ini dalam pengejaran petugas. HG disuruh RH menggunakan jaket tersebut. “ Menurut ketiga tersangka, pelaku RH memang dikenal sering memakai jaket POLISI dan jaket beratribut militer,“ tambahnya.

Selain itu, terhadap tersangka SZ dan SY juga ditemukan jimat berbentuk sabuk, kain buntalan hitam dan besi kuning. “Jimat ini diyakini sebagai jimat untuk menyembuhkan segala penyakit dan tolak santet sekaligus untuk kesehatan. Selain itu juga merupakan amanah dari almarhum orang tua kedua tersangka,“ pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Probolingo Kota telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku curanmor sebanyak 3 orang.  Salah satunya, HG bertindak sebagai eksekutor dengan 21 TKP kejahatan yang saat ini dalam proses pengembangan penyidikan. (rul/iwy)


Bagikan Artikel