Hukum & Kriminal

Terjerat Korupsi, Ahsan Terancam PAW


PROBOLINGGO – Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo Ahsan terancam diganti melalui Pergantian Antar Waktu (PAW). Pasalnya, yang bersangkutan terjerat kasus korupsi.

Juru bicara DPC PKB Kabupaten Probolinggo Mustofa mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus mengikuti perkembangan kasus hukum yang menimpa kader partainya itu. Secara moral, pihaknya memberikan dukungan kepada tersangka untuk tegar menghadapi perkaranya.

“Sebenarnya, kami sudah menyiapkan bantuan hukum, tapi pihak keluarga punya pengacara sendiri. Jadinya kami tetap berikan dukungan secara moral,” katanya, Rabu (2/2).

Mustofa menjelaskan, saat ini PKB masih akan membahas di tingkat internal partai terkait posisi Ahsan di DPRD melalui mekanisme PAW. Namun, proses PAW akan dilakukan setelah kasus yang menjerat Ahsan sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. “Kalau itu (PAW) ya kan mengikuti aturan. Ya kalau sudah inkrah, tentunya akan mengikuti mekanisme yang berlaku, yakni PAW,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim mengatakan, untuk proses PAW anggota DPRD pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus pidana memang tidaklah cepat. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hal tersebut. Pasalnya, pihaknya todak bisa melakukam PAW jika belum ada keputusan inkrah dari pengadilan.

“Kalau sudah inkrah, nanti parpol (Partai Politik, red) buat surat ke DPRD, nanti DPRD akan meneruskan prosesnya ke kami untuk PAW. Tapi sampai saat ini kan belum inkrah, jadi ini prosesnya masih lama,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada Senin (31/1) lalu Ahsan ditetapkan tersangka dan ditahan oleh Kejari Kabupaten Probolinggo. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi bantuan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Lembaga yang Mandiri dan Mengakar pada Masyarakat (LM3) yang dipimpinnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel