Hukum & Kriminal

Jelang Pilkades, Ada Teror Maling Sapi


PROBOLINGGO – Jelang hajat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Probolinggo, ternyata kasus pencurian hewan meningkat. Bahkan tindak pencurian sapi dirasa menjadi teror sendiri bagi warga. Salah satunya terjadi di Kecamatan Wonomerto.

Hal itu diungkapkan salah satu calon kades (cakades) yang akan maju pada pilkades mendatang. Cakades petahana ini mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir memang tindak pencurian semakin marak. Bahkan, menurutnya sejauh ini, terkesan menjadi teror yang ada di desanya. “Ya hilang, cuma dilepas dan langsung ditemukan pemiliknya,” jelas pria paro baya ini, kemarin (12/1).

Ia pun mengaku hal seperti ini baru baru saja terjadi. Sebab, saat pencalonan kades periode sebelumnya, teror seperti ini tidak terjadi. “Kalau pun ada yang hilang, langsung ditemukan dan tidak sesering sekarang ini, ” katanya.

Cakades ini pun berharap ada tindakan dari petugas untuk melakukan pencegahan terjadinya curwan. “Paling tidak, ada patrol. Nggak setiap malam pun tidak apa-apa. Yang penting sering,” pintanya. 

Selain di tempat cakades yang tak ingin disebut namanya tersebut, terror maraknya pencurian sapi juga terjadi di Desa Pohsangit Tengah. Bahkan, di desa ini hampir setiap malam terjadi pencurian sapi.

Pj Kades Pohsangit Tengah Gimo tak menampik rawannya pencurian sapi. Hanya, setiap kali ada sapi hilang, warganya berhasil menemukan. “Ya benar. Menjelang pilkades, tambah rawan. Warga yang kehilangan belum sempat laporan ke pihak berwajib, dan langsung mencari sendiri, alhamdulillah langsung ketemu sapinya,” katanya.

Gimo sendiri mengaku sudah berupaya agar hal ini tidak secara terus menerus terjadi. Salah satunya melakukan patroli oleh warga. “Cuma  memang tetap saja bobol,” jelasnya.

Terkait koordinasi dengan pihak berwajib, pihaknya mengaku sudah melakukannya.  “Yang pasti sudah lah mas, karena hampir setiap saat kami berkompul dengan Babinsa atau pihak berwajib. Semoga pelakunya segera tertangkap agar kabupaten kondusif,” katanya.

Terkait dengan  maraknya pencurian itu, hingga berita ini ditulis, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Teddy Tridani belum memberikan respon ketika dikonfirmasi Koran Pantura. (rul/iwy)


Bagikan Artikel