Hukum & Kriminal

Awas, Penipuan Catut Nama Koramil


PROBOLINGGO – Aksi penipuan dengan mencatut nama lembaga, intansi pemerintah dan perorangan di Kabupaten Probolinggo kini sedang marak. Aksi penipuan kali ini mengatasnamakan Koramil di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Adapun yang menjadi target penipuan adalah sejumlah rumah makan atau resto dan kafe.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (13/12) malam tersebut menggegerkan para pemilik resto. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 9 resto menjadi sasaran aksi penipuan yang mengatasnamakan seorang anggota TNI yang berdinas di Koramil Kraksaan.

Aksi penipuan ini terbilang besar-besaran. Sebab, selain memesan masakan ke pihak resto, pelaku juga meminta transfer pulsa dengan nominal yang begitu besar. Sejumlah korban atau pihak resto sudah mentranfer uang ke pelaku hingga ratusan ribu rupiah. Pelaku mencatut nama seorang anggota TNI yang berdinas di Koramil Kraksaan.

Di antaranya korban penipuan itu adalah seorang karyawan Toko Hujan Panas, dan Hasan Basri. Pihaknya telah melaporkannya ke Polsek Kraksaan. Nominal yang diminta pelaku ke pihak resto bervariasi, dari Rp 150 ribu hingga Rp 700 ribu. Modus yang digunakan pelaku ialah dengan memesan makanan dengan atas nama anggota Koramil Kraksaan.

“Seperti terhipnotis. Dia memesan makanan ke setiap resto dan kafe di Kraksaan. Ada yang sampai mengirimkan makanan ke Koramil, karena pelaku mengatasmakan Koramil Kraksaan. Setelah memesan makanan, pelaku minta transfer pulsa,” kata seorang karyawan toko Hujan Panas yang tak ingin disebut namanya.

Menurutnya, ada 9 resto dan kafe yang telah menjadi korbannya. Nomor pelaku hingga saat ini masih bisa dihubungi 0859 6422 58825. Dan sudah banyak yang mentransfer pulsa ke nomor tersebut.

“Iya, jadi awalnya ada telepon ke kami, pesan nasi bebek 7 porsi Pak. Pas ditelepon seperti terhipnotis, sampai membelikan pulsa Rp 150 rb. Yang lain malah ada yang Rp 700 ribu,” kata Hasan Basri, korban lainnya.

Ia menjelaskan, pemesan mengaku sebagai orang Koramil, terus ada foto profil anggota Koramil itu di WA dia, jadi meyakinkan. Pesanan sudah dibuatkan terus mau delivery orangnya telepon lagi. Nah disitu seperti terhipnotis.

“Minta pulsa Rp 150 ribu sama pesan rokok dan Pocari Sweat 3 botol. Sampai Koramil, ternyata sudah ada 7 kurir lain yang jadi korban hal yang sama. Malah ada yang transfer pulsa Rp 700 ribu, Rp 200 ribu, Rp 500 ribu dan nominal lainnya. Dari kafe Jongkok, malah 20 porsi pesanannya,” terang Hasan Basri.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto membenarkan terjadinya kasus tersebut. Dirinya telah menerima laporan kasus penipuan yang mengatasnamakan anggota Koramil itu. Atas laporan itu, pihaknya mengarahkan laporan ke Polres Probolinggo untuk diselidiki oleh tim IT di polres.

“Ya, ada laparan penipuan itu ke sejumlah resto dan kafe. Kami arahkan ke Polres Probolinggo, biar nomor yang digunakan pelaku dilacak oleh tim IT. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, jangan mudah percaya adanya aksi penipuan melalui medsos. Saat ini mengatasnamakan anggota Koramil Kraksaan, mohon waspada,” kata Sujianto. (yek/iwy)


Bagikan Artikel