Hukum & Kriminal

Zulkifli Dilaporkan ke Polresta

PROBOLINGGO – Perseteruan Koperasi Mitra Perkasa (KMP) Kota Probolinggo dengan mantan ketuanya, Zulkifli Chalik, kian meruncing. Rabu (23/1) sekitar pukul 10.00, Welly Sukarto selaku manajer sekaligus ketua KMP, melaporkan Zulkifli ke Polres Probolinggo Kota dalam kasus dugaan penggelapan dana koperasi sebesar Rp 6 miliar.

Usai melaporkan teman karib sekaligus atasannya itu, Welly enggan berkomentar. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kuasa hukumnya yang berjumlah 6 orang. Sugeng Hariyadi, salah seorang kuasa hukum Welly mengakui datang untuk melaporkan mantan pengurus Koperasi Mitra Perkasa. Namun, Sugeng enggan menyebut nama orang yang dilaporkannya.

Ia meminta wartawan menanyakan langsung hal itu ke penyidik yang menangani. “Kami tidak bisa menyampaikan di sini. Bisa dicek di penyidik. Namanya ada di sana,” pintanya.

Ia kemudian menjelaskan kasus yang dilaporkan tersebut. Menurutnya, salah seorang pengurus teras koperasi telah menggelapkan dana koperasi kurang lebih Rp 6 miliar. Jumlah itu dihitung mulai 2006 sampai dengan 2016. “Jadi uang yang digelapkan selama 10 tahun itu jumlahnya kurang lebih Rp 6 miliar,” kata Sugeng.   

Saat ditanya siapa saja yang dilaporkan, Sugeng menyebut hanya satu orang. Ia tidak tahu apakah nantinya yang terlibat lebih dari satu orang atau hanya seorang saja. Ia menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum. “Satu orang yang kami laporkan. Apakah nantinya yang terlibat bertambah atau tidak, kami tidak tahu,” ujarnya.

Dalam pelaporan itu, nama orang terlapornya adalah Zulkifli Chalik, yang selama periode 2006 hingga 2016 menjabat ketua KMP. Nah, terlapor diduga telah menggelapkan uang sebesar Rp 6,767 miliar. Caranya, Zulkifli sebagai pengelola dan ketua 1 KMP dituding memberikan cek kosong. Setelah dijumlah, nilainya mencapai Rp 6,767 miliar.

Kronologinya, Zulkifli sejak menjabat pengelola sekaligus ketua 1 KSU (Koperasi Simpan Usaha) Mitra Perkasa yang selanjutnya bernama KSU Mitra Perkasa Jatim, hingga mengundurkan diri 2016, memakai uang koperasi sebanyak itu. Dana yang dipakai terlapor hingga kini belum terselesaikan alias belum dikembalikan.  

Sementara, kuasa hukum Zulkili Chalik, Abdul Wahab Adinegoro saat dikonfirmasi mengaku  belum tahu kalau kliennya dilaporkan. Meski jalan yang ditempuh Welly seperti itu, Wahab tidak mempermasalahkan.

Namun, penasihat hukum asal Malang tersebut menyatakan akan balik melaporkan yang bersangkutan. “Ini kan pak Welly membuka front lagi. Kalau begitu, kami juga akan memidanakan dia,” tandasnya.

Wahab mengaku akan melaporkan dugaan penipuan sebesar Rp 1 miliar yang dilakukan Welly. Ia menjelaskan, mulanya Welly meminta uang Rp 500 juta sebanyak dua kali untuk dibayarkan ke anggota koperasi.

Jika permintaannya dipenuhi, maka Welly bersedia damai dengan Zulkifli atas kasus hutang-piutang uang koperasi. “Ya, kami bayar. Dia bersedia damai,” tandasnya.

Namun, setelah uang Rp 1 milar berada di tangan Welly, ia tidak kembali lagi dan tidak menandatangani surat perdamaian. Dengan begitu, Wahab mengatakan, Welly telah menipu kliennya dengan alasan mau berdamai, asal permintaannya dikabulkan.

Sedangkan saat ditanya kapan akan melaporkan balik, Wahab belum bisa menentukan. “Kami akan koordinasi dulu dengan klien kami,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan