Hukum & Kriminal

Temukan Mobil Modif, Diduga untuk Kulakan BBM Kapasitas Besar


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota mengamankan 1 unit mobil Suzuki Carry modifikasi, Kamis (24/11) siang. Kendaraan bernopol N 1382 NL tersebut diparkir di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Kasbah di Jln. Soekarno-Hatta, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pemilik mobil yang diduga untuk kulakan BBM dalam kapasitas besar tersebut.

Pengawas SPBU Kasbah berikut karyawannya juga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik kendaraan warna coklat yang diparkir menghadap ke selatan tersebut. Mereka juga tidak tahu siapa yang memarkir mobil tersebut.

Mobil modif tersebut ditemukan Laskar Merah Putih (LMP). Hasbullah, ketua LMP berencana melaporkan mobil yang ditemukan pihaknya ke Polresta. Harapannya adalah agar pemilik mobil tersebut diketahui dan kenapa parkir di dalam areal SPBU. 

Di bagian dalam mobil tersebut ada kotak menyerupai tangki yang tersambung ke pipa pengisian BBM. Meski demikian Hasbullah tidak mau berspekulasi. Yang jelas menurutnya, tempat duduk di belakang pengemudi, dicopot atau dilepas. Kabin atau ruangan yang biasanya berisi tempat duduk, diganti plat besi berbentuk kotak. Luasannya hampir sama dengan kabin.

“Kami belum tahu tujuannya mengapa parkir di dalam pom (SPBU). Makanya kami mau melapor ke Polresta agar pemiliknya dipanggil. Sebelum ada pengakuan dari pemiliknya, kami tidak tahu untuk apa mobil itu dimodifikasi,” kata Hasbullah.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Teddy Tridani membenarkan jika ada mobil modif yang terparkir di tempat yang tidak semestinya. Untuk mengetahui siapa pemilik dan apa tujuannya diparkir di lokasi dimaksud, pihaknya meminta bantuan dan kerjasama manajemen atau penanggungjawab SPBU.

“Sekarang belum diketahui siapa pemiliknya. Di sini ada spot-spot CCTV. Dari sana bisa kita ketahui dari mana asal kendaraan dan mengapa parkir di tempat yang tidak seharunya. Kalau pembeli biasa, kan parkirnya tidak di situ,” terang AKP Teddy.

Pihaknya datang ke SPBU Kasbah setelah menerima laporan dari LMP. Setelah ditindaklanjuti, benar bahwa di SPBU tersebut terdapat 1 unit mobil modif. Mobil Suzuki Carry jenis station tersebut diduga digunakan untuk membeli BBM dalam jumlah yang tidak sebagaimana mestinya. “Mobil yang sudah dimodif seperti itu diindikasi akan membeli BBM salam jumlah banyak,” terangnya.

Di sisi lain, salah satu pelanggan SPBU yang tak bersedia disebut namanya mengatakan, sebenarnya mobil modifikasi semacam itu tidak hanya terlihat kali ini saja. Menurutnya, praktik menggunakan mobil modif untuk kulakan BBM sudah berlangsung sejak lama. “Yang tidak masuk paguyuban, ya gak bisa beli begitu banyak, Mas. Hanya 50 ribu maksimal,” katanya. 

Bisa jadi, ada orang di luar paguyuban yang berniat kulakan di SPBU. Namun, biasanya yang seperti itu tidak akan dilayani oleh operator SPBU. Jika dilayani, opsinya diarahkan untuk kulakan Pertamax. “Tidak hanya mobil lho, Mas. Sepeda motor dengan tangki modifikasi yang cukup besar juga ada. Cuma saat kulakaan, ada jam tertentu. Biasanya diberitahu salah satu operator,” ungkapnya. 

Dengan adanya temuan mobil modif itu, seharusnya ada tindakan dari pihak terkait. Pasalnya, kulakan BBM dengan mobil modif akan merugikan banyak pihak. Ia menyatakan praktik tersebut curang. “Kalau bisa, harus ada tindakan tegas. Karena curang yang begini ini, gak sehat,” sergahnya. (rul/eem)


Bagikan Artikel