Hukum & Kriminal

Nurul Resmi Lapor Polresta


PROBOLINGGO – Nurul Munjiat (55), Sekjen DPD Partai Nasdem Kota Probolinggo, kemarin (22/1) sekitar pukul 10.00 akhirnya melaporkan kasusnya ke Polres Probolinggo Kota. Pelaporan ini terkait ancaman dan pemerasan yang menimpanya.

Usai dari SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), Nurul kemudian dibawa ke ruang penyidik. Sebelum melapor, Nurul mengatakan kepada wartawan bahwa pemilik akun facebook (FB) bernama Aulyah Sari, sudah tidak seperti sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, Aulyah Sari akan mem-viral-kan video Nurul yang direkamnya, jika permintaan uang Rp 5 juta tidak dipenuhi. Tetapi kemarin, menurut Nurul, Aulyah Sari yang disebutkan tinggal tinggal di Palu, Sulawesi Tengah, mulai mereda.

Menurut Nurul, kemarin sekitar pukul 09.00, Aulyah Sari mengirim pesan singkat via WhatsApp. Ia menanyakan kabar, kesehatan, dan aktivitas Nurul yang saat ini nyaleg untuk DPRD Kota Probolinggo. “WA-nya sudah tidak segarang kemarin. Sekarang lunak,” tutur Nurul kemarin seraya menunjukkan pesan WA dari Aulyah.

Walau begitu, Nurul tidak mengubah niatnya untuk melaporkan perempuan yang dikenalnya via facebook sejak 2 bulan terakhir itu. Nurul sendiri tidak tahu mengapa perempuan yang merekam dan menyimpan video Nurul saat di kamar tersebut jadi melunak. “Enggak tahu kenapa. Mungkin sudah mendengar kalau dilaporkan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurul sudah melengkapi bukti yang diminta polresta. Seperti, screenshot ancaman dan video yang dikirim Aulyah kepada dirinya. Bahkan, kronologi saat mulai berkenalan hingga keluar kalimat ancaman sudah ditulis. “Semua barang buktinya ada di sini. Termasuk kronologinya,” kata Nurul sambil menunjukkan flashdisk berisi data tersebut.

Sementara, Kasat Reskrim AKP Nanang membenarkan kalau Nurul telah melapor. Pihaknya akan segera menidaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya, mempelajari berkas yang dibawa pelapor dan meminta keterangan saksi.

AKP Nanang belum menjelaskan pasal yang akan diterapkan ke pelapor, apakah KUHP atau UU ITE. Pihaknya masih akan mendalami kasus pemerasan disertai ancaman yang ditujukan ke Nurul. “Kami belum tahu. Masih kami selidiki. Apakah terlapor sudah menyebarkan videonya, atau belum,” katanya.

Sedangkan Ketua DPD Partai NasDem Kota Probolinggo Zulfikar Imawan menyatakan   belum mengambil sikap terhadap kasus yang menimpa sekretarisnya. Pihaknya akan menelusuri, apakah ini persoalan pribadi atau ada kaitannya dengan partai. “Kita harus paham dulu. Tapi sepertinya persoalan pribadi. Tidak ada kaitannya dengan partai. Kami minta polresta segera memroses kasus ini,” tandasnya.

Menurutnya,  Nurul adalah kader, pengurus bahkan caleg partai NasDem. Karena itu, pihaknya akan terus mengikuti dan mencermati perkembangan kasus ini. Selain support moral, partai juga akan memberi bantuan hukum jika dibutuhkan.  

Soal sanksi, pria yang karib disapa Iwan ini mengaku belum memikirkannya. Jika nantinya Nurul dinyatakan melanggar oleh lembaga yang berwenang, maka pihaknya akan mengumpulkan pengurus DPD untuk membicarakan langkah apa yang akan diambil partai. “Tetapi kami yakin, dia tidak akan melakukan perbuatan seperti itu,” sergah Iwan. (gus/iwy)


Bagikan Artikel