Hukum & Kriminal

Tiktokan, Bapak-Anak Dipukul


PROBOLINGGO – Ahmad Saihu, 46, dan anaknya, Sais Putri, 20, dipukul AG, hingga berdarah. Aksi pemukulan pada Senin (8/11) pukul 15.00 itu dipicu aksi Tiktok. Karena luka yang diterimanya, pria lima anak asal Jl Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu melapor  ke SPKT Polres Probolinggo Kota. 

Saat ditemui di rumahnya pada Rabu (10/11) pagi, Saihu menerangkan bahwa Minggu (7/11) waktu subuh, Nita, 28, anak pertamanya tengah bermain Tiktok di depan rumahnya. “Sebelumnya memang sudah tidak akur. Nah pada Minggu subuh itu anak pertama saya yang hendak berangkat kerja, bermain Tik-tok. Main Tiktoknya juga di halaman dalam pagar rumah saya,” katanya.

Tiba tiba BuH, sekitar 56 tahun, ibu dari AG yang tak lain tetangga depan rumahnya, mendadak marah-marah. “Jadi BuH ini marah-marah di depan pagar saya ke Nita. Tapi oleh Nita tidak begitu dihiraukan. Memang anak pertama saya ini pendiam berbeda dengan adik lainya,” tambahnya.

Kemudian ia tidak tahu apa yang diadukan BuH kepada AG anak pertamanya itu. Dimana AG yang bekerja sebagai honorer tidak tinggal bersamanya. “Jadi BuH ini punya dua anak. AG anak laki laki pertama dan sudah berkeluarga. Jadi tidak tinggal serumah. Sehingga BuH ini tinggal dengan suaminya yang sudah sepuh dan kena stroke, serta anak perempuan keduanya,” terangnya.

Usai pertengkaran itu, AG yang mendatangi rumah ibunya pada Minggu siang mondar mandir di rumah Saihu. Bahkan ketika melihat Saihu yang tengah memperbaiki kandang burung di dalam rumahnya tatapnya tidak enak.

“Jadi saya sudah firasat. Kok AG ini mondar-mandir dirumah saya dan tatapannya tidak enak ke saya. Nah informasi yang saya terima, katanya BuH ini mengaku dikeroyok oleh keluarga saya kepada AG. Akhirnya AG mungkin tidak terima jika ibunya dikeroyok,” tambahnya.

Agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan, maka malamnya (7/11) Saihu pun mendatangi rumah BuH untuk menyelesaikan permasalah yang ada. Sudah klir. ”Jadi malam Senin saya datangi kerumahnya saya bilang ‘kapan saya memukul ibu atau bahkan keluarga saya mengeroyok ibu? Tidak pernah kan?’ Akhirnya malam Senin itupun selesai,” bebernya.

Entah kenapa pada Senin (9/11) sekitar pukul 15.00 AG datang dan langsung menghampirinya yang tengah berada di depan rumahnya. Selanjutnya AG langsung melakukan pemukulan. Bahkan pemukulan yang dilakukanya berulang kali hingga Saihu mengalami luka memar dan beberapa jahitan. Tak hanya itu, Sais Putri,  anak ketiganya yang hendak melerai juga dipukul hidungnya hingga berdarah.

Tak berhenti di sana, setelah puas memukul Saihu hingga  terjatuh dan memukul Putri, AG masuk kerumah untuk mencari celurit. Beruntung warga sekitar beserta RW setempat mencegah aksi itu. “Saya tidak tahu dipukul sama apa, sepertinya tangan kosong, tapi dia pegang kunci motor. Akibatnya, saya harus menerima beberapa jahitan. Bahkan anak perempuan saya dipukul hidungnya hingga berdarah,” bebernya.

Akibat aksi itu ia langsung melapor ke SPKT polresta yang kemudian dilakukan visum. Termasuk Putri yang juga menerima pukulan tersebut.  “Saya tidak mau damai. Kalau mau damai okey, tapi rumah mobil beserta isinya kasihkan ke saya. Jika tidak, ya sudah kami tidak ingin damai. Mengapa permintaan kami sangat tinggi? Sebab pada dasarnya memang kami tidak ingin damai. Untung saja saat AG mengamuk tidak sampai ke cucu saya yang saat itu digendong anak kedua saya untuk melerai,” terang Saihu.

Sementara, saat koran ini mendatangi rumah BuH untuk konfirmasi, ternyata BuH tidak kunjung keluar dari rumahnya. Sedangkan Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Teddy Tridani masih belum bisa dikonfirmasi atas kasus tersebut. (rul/iwy)


Bagikan Artikel