Hukum & Kriminal

Pemkot Probolinggo Berkomitmen Gempur Rokok Ilegal


PROBOLINGGO – Puncak pelaksanaan Sosialisasi Ketentuan Perundang-undangan di bidang cukai dengan tema “Edukasi tentang rokok ilegal kepada Masyarakat” yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo digelar pada Selasa (19/10). Kali ini sasarannya adalah warga Kecamatan Mayangan.

Ada sekitar 150 warga yang hadir. Terdiri dari para lurah se-Kecamatan Mayangan, Ketua LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kelompok masyarakat. Hadir pula Kader TP PKK kecamatan dan Kelurahan Mayangan, perwakilan Ketua RT dan Ketua RW, pemilik warung atau toko rokok, hingga perwakilan wartawan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio menerangkan, Cukai Hasil Tembakau (CHT) di Kota Probolinggo telah naik cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Yakni sebesar 23 persen pada tahun 2020 dan 12,5 persen pada tahun 2021.

Kondisi ini memicu rokok ilegal semakin besar. Untuk itulah Diskominfo Kota Probolinggo sebagai dinas yang membidangi penegakan hukum, memberikan pemahaman atau edukasi pada masyarakat agar masyarakat menggunakan produk yang legalitas.

Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengungkapkan betapa pentingnya agar masyarakat memahami tentang larangan peredaran rokok ilegal. “Penerimaan Hasil Cukai Tembakau pada akhirnya berimbas pada penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di tiap daerah,” ungkapnya, didampingi Asisten Administrasi Umum Pemkot Probolinggo Budiono Wirawan dan Kepala Seksi Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayananan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Probolinggo Nangkok P. Pasaribu

Lebih dari itu Walikota Hadi mengajak masyarakat yang hadir dalam forum tatap muka itu untuk turut membantu pengawasan peredaran rokok ilegal. “Apabila ditemukan (pelanggaran) bisa diinformasikan, agar bisa ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Gunakan produk yang memiliki legalitas pita cukai,” imbaunya.

Di akhir sambutan, Ia juga tak lupa menyelipkan sebuah pesan gerakan masyarakat untuk vaksinasi Covid-19. Saat ini, capaian vaksinasi tahap satu di Kota Probolinggo hampir menyentuh angka 67 persen. Sedangkan vaksinasi tahap dua mencapai sekitar 50 persen. Yang paling rendah adalah sasaran vaksinasi lansia.

“Saya optimis hingga akhir tahun nanti, capaian di Kota Probolinggo bisa 90 persen. Hal itu jika semua ikut bersama-sama, bergotong royong meningkatkan kesadaran dan edukasi pentingnya vaksinasi disamping tetap menerapkan protokol di kehidupan sehari-hari,” tutur Walikota Hadi. (rul/adv)


Bagikan Artikel