Hukum & Kriminal

Tera Ulang, Temukan Timbangan Tak Standar


PROBOLINGGO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo  melakukan tera ulang timbangan pedagang di Pasar Bawang Dringu, Senin (20/9). Dari tera ulang ini diketahui sejumlah timbangan pedagang tidak standar.

Kepala Pasar Bawang Sutaman mengatakan, tera ulang timbangan bertujuan untuk menstandarkan timbangan milik pedagang. Sebab, jika timbangan tidak standar, maka pembeli akan dirugikan.

“Ada 100 timbangan milik pedagang di pasar bawang ini yang ditera ulang. Selain timbangan sentisimal, timbangan bebek mekanik milik pedagang bawang juga ditera ulang,” terang Sutaman.

Dari tera ulang ini, didapati 50 alat timbang milik pedagang ukurannya sudah tidak standart. baik timbangan maupun anak timbangannya. Atas temuan itu, Disperindag dan petugas pasar meminta pedagang memperbaiki timbangan mereka. Jika tidak, maka petugas menyiapkan sanksi hingga penyitaan timbangan.

“Kami berharap, dengan tera ulang ini, kepercayaan pembeli terhadap pedagang bawang terjaga sehingga tidak merugikan pembeli bawang di pasar bawang,” terang Sutaman.

Sementara itu, Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo Diah Setyorini mengatakan, tera ulang timbangan menjadi kegiatan rutin yang setiap tahun harus dilakukan pihaknya.

“Sesuai Perda nomor 5 tahun 2011 yang sudah di sesuaikan dengan Peraturan Bupati nomor 44 tahun 2020, tera ulang ini dikenakan biaya Rp 20 ribu ditambah Rp 3 ribu untuk penyesuaian timbangan sentisimal dan timbangan bebek Rp 7 ribu,” urai Diah.

Tera ulang di Kecamatan Dringu digelar selama 3 hari. Hari pertama digelar di Pasar Bawang Dringu. Sedangkan 2 hari sisanya diperuntukkan bagi pedagang tradisional di Pasar Dringu.

“Timbangan pedagang ini tiap tahun harus di tera ulang, sehingga timbangan pedagang di Kabupaten Probolinggo standar dan ukurannya selalu tetap,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel