Hukum & Kriminal

Juragan Bangunan Dirampok, Ratusan Juta Amblas


WONOMERTO – Kawanan perampok beraksi di Dusun Krajan, Desa Sepuhgembol Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/9) dini hari. Perampk berhasil menggondol uang ratusan juta rupiah.

Dari informasi Koran Pantura, aksi perampokan itu berlangsung sekitar pukul 02.00. Pelaku yang masuk rumah, ada lima orang.

Korban yang juga juragan toko bangunan bernama Sayap, (70). Di rumah tersebut, ada tujuh orang. Selain Sayap dan istrinya, juga tinggal 2 anaknya, 1 menantu, 1 cucu. Serta seorang pembantu.

Salah satu saksi di lokasi adalam Maryam. pembantu rumah tangga Sayap itu menjelaskan kawanan pelaku datangi rumah korban sekitar pukul 02.00.
Perampok itu menggunakan mobil dengan senjata lengkap. Mulai pistol, clurit hingga pedang dan parang.

Saat perampokan terjadi, Maryam berada di lantai atas. Ia pun kaget ketika perampok merangsek masuk dan menjarah sejumlah uang milik juragannya. Hanya saja, ia tak berani turun dan bersembunyi di kamarnya.

“Yang kelihatan masuk itu lima orang. Pak Sayap dan keluarga saya lihat ditanya masalah uang, dengan celurit dikalungkan di leher. Keluarga yang lain diikat tangannya dan mulutnya ditutup. Gak tahu ditutup lakban atau kain. Soalnya saya takut dan masuk kamar lagi,” kata Maryam.

Dengan dikalungi celurit dan tangan diikat, Sayap beserta keluarganya tak bisa berbuat banyak. Para pelaku pun berhasil membawa kabur uang sekitar Rp 500 juta dan sejumlah perhiasan.

Usai menjarah barang korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah selatan. “Informasinya begitu, pelaku ke arah selatan,” timpal Dewa, salah satu tetangga yang ditemui Koran Pantura di lokasi.

Kawanan pelaku itu sendiri, diduga sudah mengetahui kondisi rumah Sayap yang ada di tepi jalan raya, akses menuju Bromo itu. Itu terlihat dengan pelaku yang merusak sejumlah CCTV milik korban.

Sampai berita ini ditulis, polisi dari Polres Probolinggo Kota dan Polsek Wonomertomasih berada di lokasi kejadian. petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. (rul/eem)


Bagikan Artikel