Ekonomi

Bawa 6 Ribu Liter, Harga Miring, Ludes


PROBOLINGGO – Harga minyak goreng beberapa waktu terakhir cukup mahal. Pun stoknya di pasaran cukup terbatas. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Yakni dengan menggelar operasi pasar di 3 pasar tradisional di kabupaten setempat, Selasa (8/2).

Disperindag bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Jawa Timur melalui salah satu pihak ketiga yang menyediakan 6 ribu liter minyak goreng. Harga per liternya Rp 13.500. Operasi digelar di Pasar Semampir Kraksaan, Pasar Maron, dan Pasar Paiton. Di setiap pasar tersebut, Disperindag menjual 2 ribu liter minyak goreng.

Dari pantauan Koran Pantura, operasi di Pasar Semampir digelar sejak pukul 08.00. Operasi tersebut langsung diserbu konsumen. Pembelian bisa dilakukan dengan syarat membawa fotokopi KTP asli Kabupaten Probolinggo. Tidak sedikit pembeli yang kecele karena mereka tidak membawa syarat dimaksud.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan, operasi pasar tersebut adalah tindak lanjut dari kebijakan pemerintah. Kebijakan itu terkait satu harga minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan minyak di beberapa pasar.

“Operasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan dari pemerintah terkait dengan kebijakan minyak goreng. Paling tidak kami hadir agar masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan mudah dengan harga terjangkau,” terangnya.

Pihaknya membatasi pembelian maksimal 2 liter setiap konsumen. Hal itu dilakukan agar penjualan bisa dirasakan secara merata. Dengan demikian, masyarakat sama-sama bisa mendapatkan minyak goreng tersebut.

“Selain membawa fotokopi KTP asli Kabupaten Probolinggo, pembelian kami batasi agar masyarakat yang hendak membeli dan rela mengantri juga mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Natsir berharap operasi pasar tersebut bisa mengatasi kelangkaan minyak goreng yang saat ini terjadi. “Kami berharap masyarakat Kabupaten Probolinggo dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, untuk mengurangi kelangkaan minyak goreng yang ada di pasar,” ungkapnya. (ar/eem)


Bagikan Artikel