Ekonomi

Stok Minyak Goreng Rp 14 Ribu Ludes


PROBOLINGGO – Sejumlah ritel modern di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo kini sedang tidak punya stok minyak goreng akibat diborong warga. Hal itu dipicu berlakunya kebijakan pemerintah terkait satu harga minyak goreng pada ritel modern sejak Rabu (19/1) lalu. Dalam kebijakan tersebut, minyak goreng dibanderol Rp 14 ribu per liter.

Dari pantauan Koran Pantura, Senin (24/1), stok minyak goreng tidak tersedia di sebuah swalayan di Kelurahan Semampir Kraksaan, rak tempat minyak goreng kemasan 1 liter kosong tanpa isi. Yang tersedia hanya kemasan 2 liter, itu pun stoknya tinggal satu. Sehingga beberapa pembeli yang datang harus kembali dengan tangan kosong.

Firda (18), pegawai swalayan tersebut mengatakan, pembeli minyak goreng banyak berdatangan setelah ada program minyak murah. Akibatnya, stok kemasan 1 liter itu datang dan habis di hari yang sama. “Habis diserbu emak-emak. Sudah sejak kebijakan itu berlaku, yang ada tinggal kemasan yang 2 liter,” katanya.

Ia menduga, membeludaknya pembelian terjadi karena warga panik. Mereka khawatir tidak kebagian stok minyak goreng murah. “Iya mungkin panik, takut keburu habis. Jadi, pembeli berdatangan ke sini,” ungkapnya.

Sesuai kebijakan pemerintah, pembelian minyak goreng di tempat ia kerja sudah dibatasi. Setiap pembeli hanya boleh membeli minyak paling banyak 2 liter. Namun ada saja cara warga untuk mengelabui karyawan swalayan.

“Repot meskipun dibatasi. Terkadang satu keluarga bersama-sama datang ikut membeli. Sedangkan kami tidak mengetahui bahwa itu anggota keluarganya,” ungkap Firda.

Ika Hadi (32), pemilik warung makan tradisional di Desa Asembagus Kraksaan mengaku telah datang ke beberapa swalayan di Kraksaan. Namun ia kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng satu harga tersebut.

“Sudah keliling mencari harga Rp 14 ribu per liter, tapi stoknya kosong. Terpaksa tetap membeli minyak goreng dengan harga di atas itu,” kata Ika. (ar/eem)


Bagikan Artikel