Ekonomi

Harganya Murah, Warga Minta Operasi Pasar Lagi


PROBOLINGGOOperasi pasar oleh Pemkab Probolinggo dan Perum Bulog beberapa waktu lalu, mendapatkan respons positif dari warga. Tak sedikit warga yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga yang berharap kegiatan itu digelar kembali.

Misalnya Siti Romlah (48), seorang warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu. Pada operasi pasar Senin (17/1) lalu, ia tak sempat membeli beras, gula, dan minyak goreng. Menurutnya, jumlah atau jatah yang disiapkan oleh pemerintah terlalu sedikit dan tak memadai.

“Waktu dengar ada informasi operasi pasar di pasar Dringu itu, saya langsung berangkat ke lokasi. Tapi sayangnya saya tidak bisa membeli apapun. Karena jatahnya sudah habis,” ungkapnya, Selasa (18/1).

Ibu tiga anak itu menyampaikan harapannya agar kegiatan operasi pasar kembali digelar. Karena selisih harga antara harga pasaran dengan harga operasi pasar cukup lumayan.

“Kalau minyak goreng di pasaran kan harga normalnya Rp 20 ribuan. Tapi kemarin di operasi pasar jadi Rp 17 ribuan. Kan lumayan bisa menghemat Rp 3 ribu. Jadi, kalau bisa operasi pasar itu digelar lagi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar operasi pasar tersebut di lain waktu. Tak hanya di Pasar Dringu, namun juga di pasar tradisional lainnya.

“Akan kami koordinasikan dahulu dengan pihak Bulog agar ke depan stoknya juga lebih banyak dan makin banyak titik operasi pasarnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kegiatan operasi pasar di Pasar Dringu itu merupakan langkah pembuka untuk kegiatan serupa selanjutnya. Pasalnya, harga beberapa komoditas pokok di pasaran memang cukup tinggi. Sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah untuk menekan harga komoditas seperti gula, beras, dan minyak goreng agar kembali normal.

“Berangkat dari hal itu, kegiatan operasi pasar kami pastikan akan kembali digelar,” terang Natsir. (tm/eem)


Bagikan Artikel