Ekonomi

Rayakan Tahun Baru, Marak Bakar Ikan, Pedagang Untung


PROBOLINGGO – Tahun baru membawa berkah bagi para pedagang ikan di pasar ikan Mayangan Kota Probolinggo. Pasalnya, dagangan mereka ramai diserbu oleh warga yang hendak merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan bakar ikan. 

Halimah (45), salah seorang pedagang ikan setempat mengatakan, jelang malam pergantian tahun pasar ikan Mayangan biasanya memang selalu ramai dengan pengunjung. Bahkan sebagai persiapan, pedagang ikan setempat juga sengaja menambah stok ikan dagangannya hingga dua kali lipat.

“Kalau jelang malam tahun begini, biasanya memang ramai pembeli. Karena memang biasanya banyak warga yang menghabiskan malam tahun baru dengan acara bakar ikan,” katanya, Jumat (31/12). 

Menurutnya, ada beberapa jenis ikan yang banyak jadi incaran para pengunjung di pasar ikan Mayangan. Yakni Ikan Mangla, Ikan Cakalang, Ikan Tongkol, Ikan Kakap, Ikan Layur, dan ikan Kambing-kambing. Ikan-ikan tersebut selain rasanya enak juga jumlahnya cukup melimpah di sekitar akhir tahun.

“Paling diincar yakni ikan Mangla, Tongkol, dan Kambing-kambing. Karena memang rasanya lebih nikmat ketika dijadikan menu ikan bakar,” sebut Halimah. 

Untuk urusan harganya, pedagang yang telah berjualan ikan selama sekitar 20 tahun itu mengatakan, terjadi sedikit kenaikan harga ikan karena momen tahun baru. Terlebih karena sifat ikan yang cepat busuk jika tak segera laku terjual. Sehingga tak jarang pedagang ikan menjual ikannya dengan harga yang relatif murah.

“Harganya mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogramnya, tergantung dari jenis ikan dan bobotnya. Ditawar saja asal untung sedikit bakal dilepas,” ujarnya. 

Yanti (30), seorang pengunjung pasar ikan Mayangan mengaku sengaja menjadikan ikan sebagai menu dalam acara bakar ikan di malam pergantian tahun.

“Ketika malam tahun baru, sudah jadi tradisi di keluarga kami untuk menggelar acara bakar ikan. Karenanya kami sengaja datang ke pasar ikan mayangan ini, karena ikannya relatif murah dan masih segar,” terang perempuan asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini. 

Namun demikian, Yanti juga sempat mengeluhkan terkait dengan kondisi pasar ikan Mayangan yang kotor dan berbau. Menurutnya, hal itu sangat mengurangi kenyamanannya dari para pengunjung pasar.

“Namanya pasar mungkin masih wajar kalau kotor dan berbau. Namun kalau becek itu yang sangat mengganggu karena sebagai pelanggan kami juga risih kalau harus becek-becekkan. Semoga hal ini bisa jadi perhatian dari pengelola pasar,” bebr Yanti. (tm/eem)


Bagikan Artikel