Desa Kita

Pemerintah Desa Randuputih Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur


PEMERINTAH Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo saat ini dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Mistahul Hudan. Ia mengisi kekosongan jabatan Kades setelah jabatan itu ditinggal oleh Sukandar yang purna tugas pada akhir 2021 lalu.

Di bawah kepemimpinan Mistahul Hudan, pembangunan di Desa Randuputih terus dibenahi secara bertahap. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa maupun peningkatan kegiatan sosial ekonomi. Hal itu penting lantaran kondisi masyarakat yang turut terdampak akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Melalui Dana Desa (DD) tahap I tahun 2022, Pemerintah Desa Randuputih mengambil kebijakan pembangunan infrastruktur yang cukup terbatas. Hal itu lantaran sebagian besar DD dipakai untuk kegiatan pencegahan dampak Covid-19.

“Kami hanya merealisasikan beberapa paket pekerjaan fisik saja. Tidak banyak karena memang anggaran yang ada sangat terbatas,” ungkap Hudan.

Ia mengungkapkan, pembangunan fisik tersebut di antaranya berupa pembangunan jalan paving menuju kawasan objek wisata desa sepanjang 79 meter. Selanjutnya pembangunan kafe milik desa, pembangunan pos gendungan desa, serta pembangunan tugu titik nol Desa Randuputih.

“Pengelolaan kafe desa, sepenuhnya kami serahkan kepada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Kebijakan ini adalah untuk memberdayakan warga atau pemuda desa yang sudah ada. Adanya usaha ini adalah untuk mendatangkan income (pendapatan, red) untuk kas desa,” terang Hudan.

Hudan mengatakan, dalam waktu dekat akan ada pencairan DD tahap II. Pihaknya akan melanjutkan pembangunan fisik yang telah direncanakan. Salah satunya adalah pembangunan saluran irigasi sawah sepanjang sekitar 150 meter.

“Selebihnya dana yang ada akan kami manfaatkan untuk program mengatasi dampak pandemi Covid-19 melalui bantuan sosial,” terangnya.

Tepat Sasaran Salurkan Bansos

UNTUK mengatasi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Randuputih mengambil kebijakan yang dilakukan oleh seluruh pemerintah desa se-Indonesia. Yakni dengan menyalurkan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Pj Kades Randuputih Mistahul Hudan menerangkan, program ttersebut merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Desa Randuputih untuk mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Apalagi, pandemi telah membuat seluruh sendi perekonomian warga menjadi lesu.

“Karena manfaatnya yang sangat dirasakan oleh warga, maka kami sangat hati-hati dalam menyalurkannya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, di desa setempat setidaknya terdapat sebanyak 120 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program BLT DD. Jumlah tersebut turun 15 KPM jika dibandingkan tahun sebelumnya. Penyebabnya karena adanya KPM yang meninggal maupun penyebab lainnya.

“Jumlahnya tahun ini ada 120 KPM. Kami pastikan mereka memang layak sebagai penerima program BLT DD,” terangnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Desa Randuputih berharap agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. Sehingga jalannya pembangunan infrastruktur di Desa Randuputih tidak lagi terganggu. Pasalnya, selama ini sebagian besar DD terkuras untuk penanganan dampak pandemi. Bahkan jumlahnya lebih dari separo DD.

“Semoga pandemi ini dapat segera berakhir. Karena masih cukup banyak pembangunan infrastruktur desa yang masih perlu dilakukan secara bertahap. Untuk saat ini, anggaran tersebut dipakai untuk program BLT DD,” terang Hudan.

Salah Satu Desa Maju di Kabupaten Probolinggo

RANDUPUTIH memiliki status sebagai salah satu dari 10 desa maju di Kabupaten Probolinggo. Hal itu tak terlepas dari kemampuan Pemerintah Desa Randuputih dalam mengelola potensi sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi. Ditambah konsistensi melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, dan menanggulangi kemiskinan.

Dengan prestasi tersebut, tak heran jika Pemerintah Desa Randuputih mampu secara bertahap mengelola segala sumber daya alam di desanya. Salah satunya yakni dengan mendirikan kawasan objek wisata Pantai Kampung Pelangi Randuputih (PKPR), beberapa tahun silam.

“Pengelolaanya kami serahkan sepenuhnya kepada BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Hal itu untuk mendongkrak perekonomian warga dan tentunya untuk membuka lapangan kerja baru bagi warga desa Randuputih di sektor pariwisata,” ujar Pj Kades Randuputih Mistahul Hudan.

Selain mengelola objek wisata PKPR, Pemerintah Desa Randuputih melalui BUMDes juga mendirikan usaha kuliner. Yakni dengan mendirikan cafe Gendhungan. Usaha tersebut juga dibuka untuk mendongkrak perekonomian warga. “Pengelolanya sepenuhnya adalah para pemuda Desa Randuputih,” terangnya.

Sebagai bentuk kemandirian lainnya, Pemerintah Desa Randuputih tak lagi menggunakan dana BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) untuk operasional PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di desanya. Sebab, seluruh operasional PAUD menggunakan Dana Desa (DD) yang ada.

“Seluruh transaksinya dilakukan secara virtual. Melalui transfer demi meminimalkan adanya kebocoran anggaran,” tuturnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel