Desa Kita

Pemerintah Desa Pakuniran Bangun Irigasi dan Rencanakan Pengaspalan Jalan


DESA Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo mengalami peralihan kepemimpinan pasca pemilihan kepala desa (pilkades) Serentak Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya, desa ini dipimpin Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Yanto dari September 2021 hingga April 2022. Setelahnya, Desa Pakuniran dipimpin oleh Kades Terpilih, yakni Ahmad Fauzi.

Menurut Kades Ahmad Fauzi, pada tahun 2022, pihaknya melaksanakan pembangunan berupa saluran irigasi. Panjangnya 200 meter dan lebar 1 meter di Dusun Kembang. Hal itu merupakan serangkaian program ketahanan pangan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Program ketahanan pangan lain yang diwujudkan adalah pemberian bantuan benih. Kelompok Tani (Poktan) Margotani 1 dan Margotani 2 diberi bibit padi unggul padi dan bibit jagung hibrida. “Diharapkan hasil panen meningkat dan bisa mendukung ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat,” kata Kades Fauzi.

Selanjutnya, dari pencairan Dana Desa (DD) tahap 2, akan ada pengaspalan di Dusun Krajan. Menurutnya, program tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Pengaspalan jalan ini demi meningkatkan jalan layak. Nanti ukurannya 2,5 m x 300 meter,” ungkapnya.

Rencana lain, juga akan ada pengaspalan di Dusun Margoayu dengan lebar 3 meter dan panjang 700 meter.  Ada juga pembangunan jembatan cor beton di Dusun Kembang ukuran 2,5 meter x 5 meter. “Kami berharap pembangunan ini dapat membantu warga menuju sawah mereka,” paparnya.

Fokus Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

KADES Pakuniran Ahmad Fauzi mengatakan, Dana Desa (DD) tahun 2022 diprioritaskan penggunaannya untuk pemulihan ekonomi sesuai kewenangan pemerintah desa. Ia menyatakan hal ini merupakan program prioritas pemerintah desa.

Prioritas penggunaan DD untuk pemulihan ekonomi meliputi penanggulangan kemiskinan. Kemudian pembentukan, pengembangan, dan peningkatan kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya untuk mewujudkan ekonomi desa tumbuh merata. Serta pembangunan dan pengembangan usaha ekonomi produktif.

“Tapi sejauh ini kami fokus dulu pada pemulihan ekonomi dengan penyaluran BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, red),” ujar Kades Fauzi.

Menurutnya, pada pekan kedua Mei ini, pihaknya akan mencairkan BLT DD untuk kali lima pada tahun 2022

“Jumlah penerima BLT DD sebanyak 181 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Jumlah itu menurun dari tahun sebelumnya yang 318 KPM. Kami menyesuaikan pagu anggaran yang diamanatkan Pemerintah Pusat,” terangnya.

Penyaluran BLT DD diupayakan efisien dan tertib demi merangsang pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid-19. Pihak desa juga masih menganggarkan dana untuk kegiatan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro. Namun program ini belum dijalankan karena menunggu kebijakan pemerintah pusat. Pihak desa juga memfasilitasi vaksin Covid-19 bersamaan dengan pencairan DD.

Berusaha Wujudkan Desa Layak Anak

PEMERINTAH Desa Pakuniran telah membentuk Gugus Tugas Desa Layak Anak (DLA). Pembentukan Forum Anak Desa juga dilakukan. Hal itu demi meningkatkan kepedulian aparat desa, masyarakat, dan dunia usaha di wilayah tersebut dalam upaya mewujudkan tujuan mulia. Yakni desa yang ramah terhadap pemenuhan hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Gugus Tugas DLA diketuai Wahab S.Pd. Sementara Ketua Forum Anak Desa dipimpin oleh Wahidah Argartia. Pihak desa membina seni hadrah yang di dalamnya melibatkan anak yatim. “Hal ini memang menyasar anak-anak dalam program desa layak anak. Juga menjelaskan ada kegiatan pelatihan bahas inggris untuk anak,” Kades Pakuniran Ahmad Fauzi.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat lainnya terus digalakkan. Di sektor kesehatan, dilaksanakan program Posyandu yang digalakkan tiap satu pekan sekali per dusun. Tim Penggerak (TP) PKK juga aktif memberdayakan masyarakat. Mereka melaksanakan pelatihan pembuatan kerupuk dari pelepah pisang dan pembuatan keset.

“BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, red) Tanjungsari di desa kami saat ini butuh untuk dipacu kembali. Nanti akan diarahkan untuk mengelola produk dan jasa usaha kecil dan menengah,” tuturnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel