Desa Kita

Pemerintah Desa Kertonegoro Realisasikan Pembangunan Prioritas


PEMBANGUNAN di Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2022 terus dilakukan. Awalnya, pembangunan dilaksanakan oleh Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Kertonegoro Mistahul Munir SH pada periode September 2021 hingga April 2022 lalu. Selanjutnya, sejak April 2022 pembangunan diteruskan oleh Kades terpilih yang merupakan petahana, yakni Abd. Rahman.

Menurut Kades Rahman, Dana Desa (DD) tahap 1 digunakan untuk membangun saluran irigasi di Dusun Kecik dengan volume 87 meter x 1 meter. “Kami juga membangun sarana MCK (mandi cuci kakus) umum di Dusun Krajan,” tuturnya.

Selanjutnya, pembangunan juga diarahkan untuk program ketahanan pangan. Ada tiga kelompok tani yang didorong untuk merealisasikannya. “Ada Poktan Kertojoyo 1, 2, dan 4. Mereka kami beri berupa bibit jagung hibrida, bibit padi, lalu mesin perontok padi. Ini untuk meningkatkan produksi pertanian,” terangnya.

Pihak desa juga menyalurkan bibit pohon petai per rumah 2 bibit pohon. Diharapkan, dalam beberapa tahun ke depan buah dari pohon tersebut bisa dipanen. Sehingga selanjutnya dapat menjadi bagian ketahanan pangan tingkat rumah tangga.

Berikutnya, pihak desa juga berencana membangun saluran irigasi di Dusun Krajan 2. Lalu ada rencana pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Krajan 2. Lokasi itu dipilih karena sempat terjadi longsor kecil.

“Kami segerakan karena prioritas. Memang topgrafi desa ini perbukitan dan banyak tebing sehingga memang rawan longsor kecil. Solusinya, salah satunya adalah pembangunan TPT,” papar Kades Rahman.

Salurkan BLT DD, Siapkan PPKM Mikro

PEMERINTAH Pusat belum menyatakan Indonesia bebas dari pandemi Covid-19. Namun kasus positif virus itu sudah sangat menurun. Salah satu indikatornya adalah diperbolehkannya mudik lebaran 2022. Meski demikian, keadaan ini tak menyurutkan kewaspadaan Pemerintah Desa Kertonegoro.

Di bawah kepemimpinan Kades Abd. Rahman, Pemerintah Desa Kertonegoro saat ini berupaya dilakukan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Salah satunya dengan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Penerimanya adalah 104 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kades Rahman mengatakan, jumlah KPM tahun ini jauh berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai 145 KPM. Hal itu karena hanya 20 persen dari DD yang diamanatkan untuk bantuan tersebut.

“BLT DD sudah cair sampai April. Untuk Mei, diperkirakan pencairannya akhir bulan. Setiap KPM menerima Rp 300 ribu per bulan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Mikro. Anggaran yang dialokasikan adalah sejumlah 8 persen DD.

“Namun kapan PPKM Mikro dilaksanakan, itu tergantung kebijakan pusat. Sejauh ini baru terserap untuk konsumsi makanan minuman petugas PPKM Mikor saat memfasilitasi vaksin,” ungkap Kades Rahman.

Berdayakan Masyarakat di Berbagai Bidang

KADES Kertonegoro Abd. Rahman berusaha memberdayakan masyarakatnya. Hal itu demi mewujudkan desa yang mandiri dan modern. Sejumlah bidang pun tengah dikelola dan dioptimalkan sumber daya alamnya.

Menurut Kades Rahman, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat tengah dibangkitkan. Namanya Kertolaksono. Nama tersebut diambil dari nama kades Kertonegoro pertama dengan niat untuk menghormatinya. Produk unggulan yang digarap BUMDes yakni aneka kopi khas Kertonegoro.

“Nanti juga akan diadakan pelatihan bagi anggota BUMDes. Pengurusnya kebanyakan pemuda, mahasiswa aktif, ada yang sarjana muda. Pelatihan kopi ke Malang Jawa Timur, sudah pakai mesin roasting modern. Saat ini menyiapkan gedung untuk produksi lebih massif,” beber Kades Rahman.

Branding kopi dipimpin oleh Muh. Nadir Romadhoni dengan mengusung nama Mountain Coffee. Ada kopi arabica, robusta, kopi nangka, dan kopi gunung khas Pakuniran yang dijual. Selain itu BUMDes menyediakan jasa pembuatan kemasan bagi produk UMKM lain. Seperti tas goodie bag, plastik sachet, dan bentuk kemasan lainnya.

Kades Rahman mengungkapkan, pemberdayaan lainnya adalah bagi petani ada pelatihan optimalisasi pertanian jagung. Program itu merupakan kerjasama dengan Universitas Nurul Jadid. Tim Penggerak (TP) PKK dilatih membuat kerupuk dari ampas tahu dan pelatihan daur ulang sampah. TP PKK juga melakukan kunjungan ke Kota Batu Jatim untuk peningkatan kapasitas pengurus.

Di bidang kesehatan, ada program Posyandu. Salah satu programnya adalah pertemuan kelas ibu hamil. Dalam setahun, program ini dijadwalkan 4 kali. Program ini bertujuan menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). (ra/eem)


Bagikan Artikel