Desa Kita

Majukan Desa Kalibuntu dengan Membangun Infrastruktur


PEMERINTAH Desa (Kades) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo terus menggenjot pembangunan infrastruktur di desanya. Hal itu demi mewujudkan kemajuan yang signifikan selama 6 tahun pemerintahan Kepala Desa (Kades) Kalibuntu Khairul Anam. Di antaranya melakukan konservasi pada situs bersejarah.

“Pembangunan di tahun 2022 ada beberapa kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya pemugaran kuburan bersejarah di Dusun Landangan. Ini sudah dikerjakan,” ujar Kades Khairul.

Menurutnya, di kuburan itu pihaknya membuat kubah demi memuliakan tokoh yang dikebumikan.

“Beliau salah satu tokoh sepuh yang pertama kali membabat tanah Kalibuntu. Mbah Saima namanya. Dulu sebelum ada pemukiman, beliau membangun rumah dan mengembangkan pemukiman dengan keluarganya,” ujar Kades Khairul.

Mbah Saima tidak hanya mengembangkan peradaban di Desa Kalibuntu. Namun ia juga dikenal keramat. Dia berharap, masyarakat kalibuntu tidak lupa dan mendapatkan barokah dari penghormatan pada leluhur tersebut.

Di sisi lain, pihaknya juaa membangun jalan paving di Dusun Landangan sepanjang kurang lebih 150 meter. Lokasi pembangunan dimaksud merupakan pemukiman padat penduduk.

“Rencana pembangunan berikutnya juga ada. Yaitu drainase karena di daerah tersebut sering tergenang dan terlihat kumuh,” tuturnya.

Paving jalan berikutnya akan dilaksanakan berupa jalan akses nelayan untuk bekerja di laut. Fasilitas paving jalan nelayan ini mendukung ketahanan pangan.

“Jadi, becak bisa masuk. Hasil ikan bisa diangkut lebih mudah dan cepat,” ungkap Kades Khairul.

Salurkan BLT DD pada 252 KPM

KADES Kalibuntu Khairul Anam mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengatur sedemikian rupa alokasi anggaran dari Dana Desa (DD) yang harus digunakan oleh pemerintah desa. Sebesar 40 persen harus digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT).

Selanjutnya, 60 persen lainnya dapat dimanfaatkan untuk program pemberdayaan untuk masyarakat desa. Rinciannya 20 persen untuk ketahanan pangan dan hewani dan 8 persen untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19 seperti percepatan dan sosialisasi vaksinasi. Sedangkan yang 32 persen untuk program prioritas hasil Musyawarah Desa.

“Untuk Desa Kalibuntu, BLT DD disalurkan pada 252 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Ini menurun dari tahun sebelumnya yang 380 KPM. Pencairan sudah dilakukan yakni salur 1, 2, dan 3 per bulan per KPM Rp 300 ribu berarti per KPM sudah mendapat Rp 900 ribu,” beber Kades Khairul.

Untuk pos anggaran ini, pihaknya menyalurkan DD yang difokuskan untuk peningkatan ekonomi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, Pemdes Kalibuntu juga diamanatkan untuk tetap mengalokasikan anggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro dan memfasilitasi vaksinasi.

“Sudah 80 persen warga kami yang divaksin,” tuturnya.

Bertekad Jadikan Kalibuntu Desa Mandiri

KADES Kalibuntu Khairul Anam memiliki cita-cita, selama 6 tahun masa kepemimpinannya, ia bisa memajukan Desa Kalibuntu. Ia ingin Kalibuntu menjadi desa mandiri. Tolok ukurnya adalah memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes). Sehingga ke depan, pembangunan fisik dan non fisik tidak bergantung pada Dana Desa (DD).

“Visi kami membangun pasar desa, wisata pantai dan laut, serta pelabuhan nelayan. Kalibuntu bisa disandari perahu nelayan karena pesisirnya mendukung. Dari situ bisa ditarik retribusi,” terangnya.

Agar bisa menjadi tempat berlabuh perahu, maka perlu dibangun pelabuhan nelayan berupa dermaga beton.

“Kalau wisata, bisa kuliner ikan laut. Seperti yang telah terwujud di pantai Duta dan pesisir Dringu dengan rumah makan seafood-nya,” tambah Kades Khairul.

Untuk mencapai desa mandiri, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya tergolong sebagai desa sehat, desa pintar, desa makmur, desa demokratis, dan desa wisata. Selain itu masih ada beberapa persyaratan lainnya.

“Desa mandiri adalah desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkelanjutan,” ujarnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel