Desa Kita

Pemerintah Desa Tamansari Perbaiki Jalan, Sediakan PJU


PADA tahun 2022, Pemerintah Desa (Pemdes) Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo mengelola Dana Desa (DD) sebesar Rp 820.362.000. Sebagian dari dana tersebut telah digunakan untuk program peningkatan infrastruktur.

Kepala Desa (Kades) Tamansari Hosni mengatakan, salah satu infrastruktur yang sudah selesai digarap ialah aspal lapen atau perbaikan tambal sulam jalan aspal. Lokasi jalan aspal yang diperbaiki berada di Dusun Krajan. Tak tanggung-tanggung, panjang jalan yang diperbaiki tersebut mencapai 400 meter.

“Anggarannya mencapai Rp 121 juta. Perbaikannya sudah dikerjakan pada masa kepemimpinan Bapak Pj Kades (Penjabat Kepala Desa) Surawi. Karena saya sendiri baru Rabu lalu, 13 April, yang dilantik sebagai kades,” katanya.

Meski baru seminggu ia menjabat, namun ke depan pemdes setempat di bawah kepemimpinannya sudah mempunyai beberapa rencana pembangunan infrastruktur lainnya. Salah satunya ialah perbaikan jalan dengan cara dirabat beton.

“Lokasinya juga berada di Dusun Krajan. Panjangnya 400 meter dan lebarnya 1 meter. Lami anggarkan untuk kegiatan ini Rp 99 juta,” terangnya.

Menurutnya, adanya perbaikan infrastruktur jalan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan warga setempat dalam beraktivitas. Sehingga, roda perekonomian warga setempat bisa terus membaik.

“Kalau jalannya bagus, tentu transportasinya akan lancar. Jika transportasinya lancar, tentu ini akan berdampak terhadap kegiatan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Selain itu, untuk menunjang infrastruktur jalan yang ada di desa setempat, Pemdes setempat juga berencana melakukan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Fasilitas ini akan dipasang di Dusun Parseh sejumlah 10 unit.

Dengan adanya PJU, Kades Hosni pun yakin jalan Desa Tamansari akan terang pada malam hari. Keberadaannya akan akan memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap warga yang melintas.

“Kalau jalannya terang, pastinya keamaan juga akan meningkat. Anggarannya kami sediakan sebesar Rp 60 juta,” paparnya.

Bantu 92 Keluarga Terdampak Covid-19

PEMDES Tamansari tidak hanya menggunakan anggaran Dana Desa (DD) untuk urusan infrastruktur. Sebagian dari DD tersebut digunakan untuk membantu warga yang perekonomianya terdampak pandemi Covid-19.

Kades Tamansari Hosni mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warganya berwujud program Bantuan Langsung Tunai Daa Desa (BLT DD). Tercatat ada 92 kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program ini. Para penerima bantuan tersebut ditetapkan melalui musyawarah desa. Namun sebelum itu, pihak desa melakukan pendataan warga yang terdampak Covid-19 secara ekonomi.

“Hingga saat ini, yang tersalur sudah 3 tahap. Setiap tahapannya itu Rp 300 ribu. Jadi, yang sudah diterima setiap KPM totalnya Rp 900 ribu. Ketiga penyalurannya itu dilakukan pada masa desa masih dipimpin Pj Kades (Penjabat Kepala Desa) Bapak Surawi. Saya sendiri baru dilantik pada 13 April lalu,” katanya.

BLT DD akan disalurkan sebanyak 9 kali lagi. Dalam setahun, ada 12 kali penyaluran. Adapun total bantuan yang diterima setiap KPM sepanjang 2022 adalah sebesar Rp 3,6 juta.

“Sisanya masih Rp 2,7 juta untuk masing-masing KPM. Jadi, masih ada 9 tahapan penyaluran lagi,” terangnya.

Ia menilai, BLT DD masih sangat perlu disalurkan. Sebab, dengan kondisi pandemi yang belum berakhir, perekonomian sebagian warganya masih belum pulih seperti sebelum adanya Covid-19.

“Salah satu dampak yang paling nyata dari pandemi Covid-19 ini memang di sektor kestabilan perekonomian. Sehingga BLT DD memang harus disalurkan,” ujarnya.

Kades Hosni pun berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para penerima. Sehingga, sektor perekonomian di Desa Tamansari dapat terus membaik.

“Salah satu tujuan diberikannya BLT DD ini secara bertahap adalah agar uang yang diterima bisa digunakan sebijak mungkin,” ucapnya.

Makanan Bergizi untuk Balita dan Lansia

DALAM situasi pandemi Covid-19, Pemdes Tamansari tak hanya memberikan bantuan berupa uang tunai. Pemdes setempat juga terus memberikan pelayanan kesehatan bagi warganya melalui program posyandu.

Kegiatan posyandu rutin digelar tiap bulannya di 2 titik berbeda. Pertama di Posyandu Mawar yang berada di Dusun Krajan. Yang kedua berada di Posyandu Melati di Dusun Parseh.

“Semua dusun ada titiknya. Kegiatan dilaksanakan di pekan kedua di Posyandu Mawar, lalu pekan keempat di Posyandu Melati,” kata Kades Tamansari Hosni.

Di Desa Tamansari terdapat 80 balita yang rutin mengikuti kegiatan posyandu. Ketika pelaksanaan posyandu, para balita tak haya dicek kondisi kesehatannya. Namun juga dipantau perkembangan pertumbuhannya. Hal ini bertujuan agar para balita di desa setempat tidak terkena penyakit stunting.

Selain Balita, kegiatan posyandu ini juga diperuntukkan bagi kalangan lanjut usia (lansia). Pasalnya, di Tamansari jumlah warga lansia juga terbilang cukup banyak. Jumlahnya mencapai 80 orang.

Selain mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, baik balita dan lansia juga mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Dengan adanya PMT, asupan gizi dari balita dan lansia setempat diharapkan dapat tercukupi.

“PMT untuk masing-masing balita kami anggarkan Rp 7.500. Sedangkan yang untuk lansia Rp 15 ribu,” terang Kades Hosni. (ay/eem)


Bagikan Artikel