Desa Kita

Pemerintah Desa Alassumur Kulon Salurkan BLT DD, Bangun Irigasi


KEPALA Desa Alassumur Kulon Suhud mulai menyempurnakan kebijakan pembangunan fisik dan ekonomi desanya di tahun 2022. Fokusnya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 melalui penyaluran BLT, juga menggenjot produksi pertanian untuk ketahanan pangan.

Menurutnya, tahun 2022  ini, BLT DD sebesar Rp 300.000 per KPM, disalurkan dalam 3 bulan sehingga totalnya Rp 900.000.

“Penerimanya ada penurunan. Awalnya 295 KPM di tahun 2021 dan pengurangan menjadi 200 KPM di tahun 2022. Sudah dicairkan untuk Januari sampai Maret,” kata Kades Suhud.

Pengurangan jumlah KPM itu ada dasarnya. Hal itu berdasarkan update data dari pusat, yakni jumlah data DTKS untuk tahun 2022 sebanyak 4.116 orang. Dari jumlah itu ada perhitungan berapa persen yang diambil berdasarkan ketentuan Pemerintah Pusat.

“Tapi alhamdulillah masyarakat kami juga dapat bantuan pusat seperti PKH, BPNT, BLT Kemensos dan BST Kemensos,” jelasnya.

Terkait pembangunan fisik diarahkan ke pertanian. “Anggaran sudah diterima untuk pembangunan fisik namun masih akan dikerjakan. Kami akan menggarap fisik berupa saluran irigasi di Dusun Wakaf. Ada 4 unit saluran irigasi akan dibangun tahun ini,” katanya.

Jadi Desa Modern Berbasis Pertanian

DESA Alassumur Kulon merupakan salah satu wilayah di Kota Kraksaan. Sebagai bagian dari ibukota Kabupaten Probolinggo, Kades Suhud menginginkan kemajuan desanya. Konsepnya desa modern berbasis pertanian, seperti di negara Jepang.

“Maka dari itu dibangun baru saluran irigiasi untuk meningkatkan pertanian. Karena di sini lahan pertanian banyak. Ini juga merupakan dukungan program ketahanan pangan,” katanya.

Suhud mengaku memang visi misi dia sebagai kades, ingin membesarkan pertanian apalagi lahan pertanian sangat luas. “Saya juga basis petani jadi saya memahami bidang tersebut,” papar Suhud.

Dias menceritakan, ada aspirasi warga sulit air irigasi di desa bagian utara. Lalu segera dia tangani sesuai komitmennya sebagai kades. “Jadi kami ganti juru air irigasi dan kami bersihkan saluran irigasi. Agar lancar aliran air menuju utara desa,” ungkapnya.

Dan kebijakannya sukses. Awalnya hanya palawija seperti jagung yang sering ditanam di wilayah utara, kini sudah bisa ditanami padi. “Masih satu siklus tanam padi. Kami harap nantinya bisa dua kali siklus tanam padi dalam setahun,” ujarnya.

Berdayakan Perangkat Desa dan Pemuda

KADES Alassumur Kulon Suhud berusaha memberdayakan peran perangkat desa dan para pemuda. Caranya dengan memperhatikan tentang kesejahteraan dan merangkul pemuda dalam organisasi Karang Taruna.

“Gaji pamong (perangkat) desa sudah siap dicairkan lebih dari Rp 100 juta, termasuk untuk Pak RT dan Pak RW,” jelasnya.

Kemudian pada 24 Desember 2021 bertempat di kantor Desa Alassumur Kulon, pihaknya dan sekelompok pemuda mengadakan pembentukan pengurus Karang Taruna. “Untuk ke depannya diharapkan pemuda desa alassumur kulon harus proaktif untuk membantu desa, jauhi kegiatan negatif dan pergaulan yang tidak bermanfaat. Harus banyak mengadakan kegiatan kepemudaan, agar pemuda di Alassumur Kulon ini lebih aktif,” jelasnya.

Selain itu, Kades Suhud juga bersyukur warganya mendapatkan bantuan banyak pihak. Termasuk dari PT Jasa Marga Tol Probowangi. Mereka telah memberikan bantuan paket sembako bagi kaum dhuafa di Desa Alassumur Kulon, pada Januari 2022 lalu.

“Ada 100 paket sembako yang mereka bagikan. Selain kaum dhuafa, paket sembako juga diberikan kepada anak yatim piatu yang ada di Alassumur Kulon,” papa Suhud. Diharapkan paket sembako ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi kaum dhuafa dan anak yatim yang terdampak pandemi Covid-19. (ra/iwy)


Bagikan Artikel