Desa Kita

Bersemangat Lanjutkan Pembangunan Desa Kedungdalem


PEMERINTAH Desa (Pemdes) Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo kembali dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) Petahana, yakni Sumartono. Kades dua periode itu mengaku tak sabar untuk melanjutkan segala program dan kebijakan yang telah dilakukannya pada periode pertamanya.

“Kebijakan pembangunan desa di Kedungadem tidak akan jauh berbeda dengan kebijakan di periode sebelumnya. Yang jelas peningkatan kesejahteraan warga dan penyediaan akses infrastruktur ekonomi dan sosial bagi warga akan kami upayakan yang terbaik,” ujar Kades Sumartono.

Pihaknya punya modal pembangunan fisik di awal tahun 2022. Seperti pembangunan jalan paving di Dusun Kademangan sepanjang 100 x 3 meter. Kades Sumartono berharap ke depan akan lebih banyak lagi pembangunan infrastruktur yang bisa direalisasikan.

“Pembangunan infrastruktur utamanya untuk pencegah banjir masuk kategori prioritas, selain jalan. Terlebih desa kami masih dibayangi oleh bencana banjir tahunan, dan itu harus segera ditangani dengan berbagai cara, baik oleh pemerintah desa, maupun lobi ke pemerintah daerah maupun pusat,” tuturnya.

Untuk pembangunan selanjutnya, utamanya yang menggunakan Dana Desa, pihaknya akan segera menggelar musyawarah desa dengan mengumpulkan seluruh lapisan warga untuk menentukan pembangunan prioritas selanjutnya.

“Semua harus dimusyawarahkan dengan warga. Tidak bisa asal ambil keputusan karena ini menyangkut kepentingan warga,” tegasnya.

Tangani Dampak Pandemi Covid-19

SEBAGAI salah satu desa padat penduduk di Kecamatan Dringu, Desa Kedungdalem menaruh perhatian lebih pada program pencegahan dan penanganan dampak Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan dialokasikannya sejumlah Dana Desa (DD) untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Kades Kedungdalem Sumartono mengungkapkan, program BLT DD senilai Rp 300 ribu per bulan, diberikan kepada sekitar 108 keluarga penerima manfaat (KPM) di desanya.

“Ada sekitar 108 KPM penerima bansos BLT DD di desa Kedungdalem ini. Berkurang dua orang karena yang bersangkutan meninggal dunia dan tidak bis digantikan,” ungkapnya.

Selain itu proses verifikasi faktual (verfak) terus dilakukan agar tidak ada tumpang tindih bantuan maupun salah sasaran dalam penyalurannya.

“Bansos ini sangat rawan membuat gaduh di masyarakat. Karena itu kami sangat hati-hati dalam penyalurannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Kades Sumartono mengatakan, pihaknya juga menjalankan program lai. Seperti penanganan dampak sebelum dan pasca banjir juga dilakukan secara terencana.

“Perencanaan ini penting agar warga tidak terlalu terdampak akibat banjir yang terjadi,” tuturnya.

Berencana Bangun Pusat Kuliner

PEMDES Kedungdalem memiliki keinginan untuk membangun sebuah pusat wisata kuliner di atas tanah kas desanya. Namun adanya pandemi Covid-19 membuat program itu terpaksa ditunda. Apalagi, pihak desa kini tengah melaksanakan pembangunan gedung serbaguna yang belum tuntas.

Akhirnya, rencana pusat kuliner itu harus ditunda untuk sementara waktu. Hal tersebut diungkapkan Kades Kedungdalem Sumartono. Menurutnya, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi warga Desa Kedungdalem, harus ada terobosan yang berani dan terukur.

“Berani karena pasti ada pro kontra di masyarakat. Terukur karena jika kajian dan konsepnya kurang matang, maka tidak akan membawa manfaat yang besar bagi warga,” terangnya.

Namun, ia cukup yakin dengan ide tersebut. Sebab Desa Kedungdalem berada di jalur Pantura dan berada di daerah pusat pemerintahan. Sehingga rencana untuk membangun pusat wisata kuliner tidaklah akan merugikan warga. Terlebih dengan adanya pusat wisata kuliner yang berisikan kios jajanan oleh-oleh dan buah-buahan serta makanan khas Kabupaten Probolinggo.

“Setidaknya ketiga hal itu akan sinkron dengan konsep wisata out door yang dikonsep bersama dengan adanya wisata kuliner. Jadi, untuk sarana wisata atau spot bermain keluarga ada, untuk kulinernya juga lengkap,” ujarnya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut akan membutuhkan waktu dan dana yang tak sedikit. Namun dengan dukungan dari seluruh warga Desa Kedungdalem, dia meyakini rencana tersebut akan terwujud.

“Saat ini kita fokus pada pandemi Covid-19 dulu. Setelah itu kami bisa membahas realisasi rencana itu,” terang Kades Sumartono. (tm/eem)


Bagikan Artikel