Desa Kita

Fokus Perbaiki Akses Jalan Desa Wedusan


PEMERINTAH Desa (Pemdes) Wedusan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2022 mengelola Dana Desa (DD) sebesar Rp 1.808.392.000. Sebagian dari dana tersebut akan digunakan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan sejumlah infrastruktur. Utamanya untuk memperbaiiki jalan yang ada di sejumlah dusun.

Kepala Desa (Kades) Wedusan Busri mengatakan, pihaknya fokus melakukan perbaikan akses jalan. Rencananya, terdapat 7 titik jalan yang akan diperbaiki. Lokasinya tersebar di 4 dusun.

Di Dusun Guding, terdapat 2 titik jalan yang akan diperbaiki. Tepatnya berada di RT/RW 007/002. Dua titik jalan ini nantinya akan diperbaiki dengan cara dirabat beton dengan panjang masing-masing 60 meter dan lebar 2 meter.

“Yang cukup panjang itu perbaikan jalan yang ada di Dusun Kacangan. Panjangnya mencapai 388 meter, lebar 2 meter, dan tebal 0,12 meter. Dana yang kami siapkan sebesar Rp 123.700.000,” katanya.

Perbaikan jalan selanjutnya dilakukan di Dusun Wedusan. Di dusun ini terdapat 2 akses jalan yang akan diperbaiki. Lokasi pertama panjangnya mencapai 50 meter dengan lebar 2 meter. Sedangkan lokasi kedua panjangnya 111 meter dan lebar 1 meter.

“Jalan lingkungan yang keenam yang akan kami perbaiki ada di Dusun Lengki. Panjangnya 70 meter dan lebarnya 1,5 meter. Dana yang kami anggarkan Rp 19.500.000,” ujar Kades Busri.

Selain jalan lingkungan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan jalan usaha tani. Lokasinya berada di Dusun Kacangan. Untuk perbaikan jalan ini, dana yang dianggarkan mencapai Rp 141.928.400.

“Kami juga lakukan dengan rabat beton. Panjangnya 420 meter, lebar 2,2 meter, dan tebal 0,12 meter,” terangnya.

Lebih dari itu, pihaknya juga akan melakukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Lokasinya berada di Dusun Wedusan dengan dana yang dianggarkan mencapai Rp 51.689.240.

Kades Busri berharap adanya perbaikan dan pembangunan akses jalan tersebut, roda perekonomian warga bisa semakin meningkat. “Aktivitas warga yang ingin mencari nafkah tentunya akan semakin mudah dengan adanya perbaikan-perbaikan jalan ini,” ujarnya.

Bantu Ratusan Warga, Salurkan BLT DD

SELAIN membangun infrastruktur, Pemdes Wedusan juga terus memberikan bantuan kepada warga. Hal itu sebagai langkah nyata dalam menangani dampak pandemi Covid-19. Melalui Dana Desa (DD), warga tidak mampu yang terdampak pandemi, didata untuk menjadi penerina Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Kades Wedusan Busri mengatakan, pada tahun ini tercatat ada 201 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menjadi penerima BLT DD. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan yang kemudian diputuskan dalam Musyawarah Desa (Musdes) setempat.

“Kami perhatikan betul perekonomian warga bersangkutan, apakah memang layak menjadi KPM BLT DD. Setelah melalui proses pendataan, kami putuskan ada 201 KPM,” terangnya.

Untuk program BLT DD tahun ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 723.600.000. Setiap KPM akan menerima total bantuan uang tunai sebesar Rp 3,6 juta sepanjang 2022.

“Penyalurannya bertahap sebanyak 12 kali. Total dana kami berikan sekaligus. Tapi bertahap. Sampai saat ini kami sudah menyalurkan 3 kali BLT DD. Setiap penerima dapat Rp 900 ribu. Tersisa Rp 2,7 juta yang belum disalurkan. Jumlah ini selanjutnya akan kami salurkan dalam 9 kali penyaluran lagi,” urainya panjang lebar.

Kades Busri berharap BLT DD dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Namun selain itu ia juga berharap warga bijak dalam memanfaatkan bantuan tersebut.

“Bisa dijadikan modal berjualan, atau digunakan untuk kebutuhan pertanian. Intinya kami mengharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk pengembangan sektor perekonomian,” ujarnya.

Beri Layanan Kesehatan

DALAM menghadapi pandemi Covid-19, Pemdes Wedusan tidak hanya memberikan bantuan uang tunai. Pemdes setempat juga berusaha memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada warga melalui kegiatan Posyandu.

Kades Wedusan Busri mengatakan, di desanya terdapat 5 titik posyandu. Lokasinya di Dusun Wedusan Timur, Guding, Solor, Krajan, dan Tunggangan.

“Setiap pos ini rutin saban bulannya pasti ada kegiatan. Baik dari balita hingga lansia (lanjut usia) akan mendapatkan pelayanan kesehatan di posyandu ini,” katanya.

Menurutnya, kegiatan posyandu harus dilakukan secara rutin demi kepentingan warganya. Apalagi, di desa setempat jumlah balita maupun lansia terbilang cukup banyak. Jumlah balita mencapai 399 anak, sedangkan lansia mencapai 150 orang.

“Jadi, ratusan balita dan lansia ini pos pelayanannya berada di lokasi terdekat dari tempat domisilinya. Gunanya ada titik-titik posyandu ini agar dalam hal pelayanan, warga tidak perlu jauh-jauh,” ujarnya.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, setiap balita dan lansia peserta posyandu juga mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“PMT untuk 1 orang balita kami anggarkan Rp 7.500. Sedangkan untuk lansia kami anggarkan Rp 15 ribu. Tujuan PMT ini agar asupan gizi warga tercukupi,” papar Kades Busri. (ay/eem)


Bagikan Artikel