Desa Kita

Pemerintah Desa Andungbiru Tingkatkan Pelayanan Kesehatan


PADA tahun 2022, Pemeritah Desa (Pemdes) Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo mengelola Dana Desa (DD) sebesar Rp 1.468.315.000. Sebagian dari dana tersebut akan digunakan oleh pemdes setempat untuk membangun tempat yang akan dijadikan pusat kesehatan warga.

Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Andungbiru Abdul Asis mengatakan, tahun ini pihak desa berencana pengembangan infrastruktur dengan membangun poskesdes (pos kesehatan desa). Fasilitas ini akan dibangun di Dusun Krajan. Tepatnya berada di samping kantor desa setempat.

“Lokasinya bersebelahan dengan kantor desa biar lebih mudah dalam melayani warga. Warga juga tidak usah jauh-jauh jika mempunyai keperluan ke kantor desa ataupun ke pelayanan kesehatan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan pusat kesehatan ini penting untuk dilakukan. Sebab pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga setempat. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Sehingga mobilitas warga untuk bepergian jauh tentu dibatasi.

“Apalagi saat ini masih musim hujan, jadi pelayanan kesehatan ini penting. Secepatnya akan kami mulai pembangunannya,” paparnya.

Agar proses pembangunan bisa segera dilakukan, pihaknya kini sudah mendatangkan material bangunan. Seperti pasir, batu bata, hingga semen.

“Sudah siap materialnya. Dana yang kami anggarkan untuk Poskesdes ini mencapai Rp 135.767.500,” ungkap Abdul Asis.

Selain itu, di Desa Andungbiru juga terdapat kegiatan pelayanan kesehatan yang rutin dilakukan saban bulannya. Yakni posyandu yang tersebar di 5 titik berbeda. Posyandu Melati di Dusun Krajan, Posyandu Mawar di Dusun Klakah, Posyandu Anggrek di Dusun Sumberkapung, Posyandu Kenanga di Dusun Kedaton, serta Posyandu Seruni di Dusun lawang Kedaton.

“Dengan adanya pelayanan kesehatan ini, harapan kami kesehatan warga Desa Andungdsari bisa terus terjaga,” kata Abdul Asis.

Ratusan Juta Rupiah untuk BLT DD

PEMDES Andungbiru berusaha memperhatikan kondisi ekonomi warganya di masa pandemi Covid-19. Dengan menggunakan Dana Desa (DD), pihak desa menyalurkan bantuan melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Pj Kades Andungbiru Abdul Asis mengatakan, DD yang dialokasikan untuk bantuan ini mencapai ratusan juta rupiah. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) selama setahun akan menerima total bantuan senilai Rp 3,6 juta.

“Ada 164 KPM yang menerima bantuan ini. Pastinya yang kami pilih adalah keluarga yang perekonomiannya masih terdampak pandemi,” tuturnya.

Untuk program BLT DD ini, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 590.400.000 pada tahun 2022. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap. Tepatnya sebanyak 12 kali tahapan. Dalam setiap tahapan penyalurannya, setiap penerima akan menerima uang tunai senilai Rp 300 ribu.

“Sejauh ini yang tersalur sudah 3 tahap. Total ada 12 kali tahapan penyaluran, selanjutnya masih ada 9 tahapan penyaluran lagi,” terangnya.

Abdul Asis mengatakan, adanya bantuan tersebut bertujuan untuk terus memperbaiki sektor perekonomian di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. Ia pun berharap para penerima dapat membelanjakan bantuan uang tunai itu dengan sebaik mungkin.

BLT DD yang telah disalurkan sejak tahun 2020 ini diharapkan dapat membantu perekonomian warga agar terus membaik. “Sejauh ini, dari pantauan kami, para penerima dapat memaksimalkan bantuan ini untuk memenuhi keperluan hariannya,” terangnya.

Kades Terpilih Siap Pimpin Andungsari

DALAM beberapa waktu ke depan, Desa Andungsari akan segera dipimpin oleh Kepala Desa (Kades) baru yang terpilih melalui pemilihan kepala desa (pilkades) pada 17 Februari lalu. Kades dimaksud adalah Abdul Gani.

Abdul Gani menyatakan akan memimpin Desa Andungbiru dengan konsep keadilan dan transparan. Semua warga desa akan mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah desa setempat.

“Tanpa pandang bulu, semuanya akan kami rangkul. Siapa pun yang membutuhkan pelayanan dari kami, akan kami layani dengan baik,” tegasnya.

Kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah desa akan terus diupayakan melalui musyawarah dengan melibatkan sejumlah stakeholder. Sehingga, kebijakan yang diambil dapat memenuhi keinginan dari warga setempat.

“Semua usulan dalam musyawarah nanti tentu akan ditampung untuk kemudian memunculkan kebijakan yang pro terhadap rakyat,” terangnya.

Selain itu, ia juga akan terus berupaya meningkatkan keamanan desa setempat. Baik pada siang maupun malam hari. Hal ini akan dimulai dengan memaksimalkan poskamling (pos keamanan lingkungan) desa setempat.

“Poskamling harus aktif. Bahkan kalau perlu petugas poskamling nanti harus berkeliling desa saban malamnya. Ini demi tertibnya keamanan desa,” ujarnya.

Tidak kalah penting lagi adalah meningkatkan semangat dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat daerah pegunungan. Untuk itu, pihaknya akan terus berusaha untuk memupuk semangat gotong-royong ini di kalangan warga setempat.

“Gotong-royong adalah kearifan lokal warga kami. Ini tidak boleh hilang, harus terus menjadi identitas yang perlu dijaga oleh Desa Andungbiru. Makanya, semua pihak harus terus bekerja sama untuk menjaga kearifan lokal ini,” kata Abdul Gani. (ay/eem)


Bagikan Artikel