Desa Kita

Bangun Infrastruktur untuk Majukan Desa Tlogoargo


SAAT ini, Desa Tlogoargo, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dipimpin Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Joko Nugroho. Ia akan memimpin Desa Tlogoargo dalam beberapa waktu ke depan. Selanjutnya, Tlogoargo akan dipimpin kades yang terpilih melalui pemilihan kepala desa (pilkades) pada 17 Februari lalu. Yakni Umar.

Menurut Joko Nugroho, pihaknya saat ini fokus melaksanakan kegiatan pemerintahan di bidang administrasi. Khususnya pembenahan data penduduk. Data itu nantinya dilaporkan pada pemerintah kabupaten dan pusat. “Data itu akan menjadi pedoman pengambilan kebijakan selanjutnya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembangunan fisik. Seperti pembangunan plengsengan atau TPT (tembok penahan tanah) di Dusun Krajan. Panjangnya 10 meter dan tinggi 3,5 meter. “Yang dikuatkan adalah tepian jalan agar tidak longsor karena daerah ini berbukit-bukit,” terang Joko.

Selain itu ada pembamngunan jalan rabat beton. Proyek ini baru selesai dikerjakan. Letaknya di Dusun Segaran dengan panjang 97 meter dan lebarnya 3 metar. Jalan rabat itu menghubungkan ke Dusun Krajan dan jalan tembus ke Jember, yaitu Desa Jambesari.

Pada tahap 2 pencairan DD, juga akan akan dilaksanakan pembangunan jalan rabat beton. “Rencana lebih dari 100 meter dan lebar 3 meter di Dusun Darungan. Sudah mulai droping bahan bangunan,” ungkapnya.

Joko mengatakan, pihaknya juga akan melakukan rehab kantor desa dan pengaspalan di Dusun Kemirian sekitar 1 km dan lebar 2,5 meter. “Ini sesuai aspirasi masyarakat. Karena jalan sangat membantu roda perekonomian desa setempat,” terangnya.

Salurkan BLT DD, Jalankan Ketahanan Pangan

PEMERINTAH Desa Tlogoargo selalu menjalankan amanah pemerintah pusat. Salah satunya adalah mengucurkan dana bantuan untuk pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan warga setempat. Hal ini diwujudkan melalui program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Pj Kades Tlogoargo Joko Nugroho mengatakan, penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap. Penerimanya adalah 117 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Penyaluran sudah dilakukan untuk Januari, Februari, dan Maret. Masing-masing KPM menerima Rp 300 ribu per bulan. Jadi, dari penyaluran 1, 2, dan 3, setiap KPM menerima Rp 900 ribu,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menjalankan program ketahanan pangan. Hal itu direalisasikan dengan memberikan bantuan pada warga untuk mengembangkan peternakan kambing dan budidaya sistem keramba ikan nila.

“Itu sebagai usaha sampingan yang menjadi tabungan warga. Karena mata pencaharian utama masyarakat di sana adalah dari sektor perkebunan,” terangnya.

Penerima program ini adalah petani kebun sengon, kopi, kapulaga, porang dan sebagian singkong. Juga menjadi sentra buah manggis yang menyuplai wilayah Kabupaten Probolinggo. Sebagian warga sudah membangun UMKM dengan memproduksi keripik talas, keripik singkong, keripik pisang, dan gula aren.

Lanjutkan Pembangunan yang Lebih Baik

TLOGOARGO akan kembali dipimpin oleh Umar sebagai kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) 17 Februari lalu. Sebelum terpilih lagi, Umar adalah Kades Tlogoargo periode 2015-2021. Sehingga, ia adalah petahana yang kembali dipercaya warga untuk menjabat kades.

Kepada Koran Pantura, Umar menyatakan bahwa ia akan mewujudkan visi misinya untuk melanjutkan pembangunan yang lebih baik. Pada jabatan periode sebelumnya, Ia berusaha konsisten mewujudkan program pembangunan bagi masyarakat.

“Setelah dilantik nanti, saya akan kembali membangun banyak pembangunan fisik yang dibutuhkan oleh warga,” terangnya.

Umar mengatakan, pembangunan fisik itu merupakan permintaan dari masyarakat. Di antaranya peningkatan jalan dengan rabat beton dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Ada alasan kuat di balik kebijakan tersebut. Umar mengungkapkan, jalan yang layak adalah kebutuhan masyarakat untuk peningkatan ekonomi.

“Semakin enak jalan yang dilalui, semakin mahal penjualan produk pertanian dan perkebunan masyarakat,” kata Umar.

Apalagi kata Umar, Tlogoargo memiliki kekayaan alam yang luar biasa sebagai pendulang ekonomi masyarakat setempat. Seperti kayu sengon, kopi, dan buah buahan lainnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel