Desa Kita

Pemerintah Desa Racek Bertekad Perbaiki Akses Jalan


DESA Racek, Kecamatan Tiris anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 1.566.747.000. Dengan dana tersebut beberapa kegiatan untuk memajukan desa terus dilakukan oleh pemdes setempat.

Kades Racek Hosnadi mengatakan, dalam pengalokasian DD untuk pembangunan infrastruktur, tahun ini pihaknya berencana memperbaiki beberapa infrastruktur jalan, baik jalan yang menuju ke lahan pertanian maupun jalan yang berada di daerah pemukiman.

“Ada 3 jalan usaha tani yang rencananya akan kami bangun dengan rabat beton tahun ini. Begitu pun dengan jalan pemukiman, juga ada 3 yang akan kami perbaiki, semuanya kami rabat,” katanya.

Tiga titik jalan usaha tani tersebut selanjutnya akan dibangun di Dusun Krajan dengan panjang 215 meter dan lebar 80 senti meter untuk titik pertama. Titik kedua akan dibangun dengan panjang 220 meter dan lebar 80 senti meter. Sedangkan titik ketiga akan dibangun dengan panjang 145 meter dan lebar 80 senti meter.

“Untuk tebalnya 12 senti meter. Sedangkan anggaran yang akan kami gunakan untuk jalan usaha tani ini mencapai Rp 136.925.000,” ujarnya.

Sementara, untuk 3 titik jalan pemukiman yang akan dibangun berada di Dusun Krajan RT 20 RW 5 untuk titik pertama, dengan panjang mencapai 110 meter dan lebar 1 meter. Titik kedua berada di Dusun Krajan RT 19 RW 5 dengan panjang 100 meter dan lebar 1 meter. Sedangkan titik ketiga juga berada di Dusun Krajan dengan panjang 200 meter dan lebar 1 meter.

“Tebalnya sama 12 senti meter, dan total anggarannya mencapai Rp 77.800.000,” terangnya.

Infrastruktur lainnya yang akan digarap oleh Pemdes setempat adalah Tembok Penahan Tanah (TPT). TPT ini nantinya akan dibangun di Dusun Krajan RT 19 RW 5 dengan panjang 85 meter dan tinggi 70 senti meter.

“Anggarannya Rp 39,7 juta. Jadi tahun ini ada ratusan juta DD yang akan kami gunakan untuk infrastruktur,” paparnya.

Bantu Warga Terdampak Pandemi

PEMDES Racek tidak hanya menggunakan anggaran Dana Desa (DD) untuk pembangun infrastuktur. Selain itu, Pemdes setempat juga mengalokasikan sebagian DD untuk membantu perekonomian warga setempat yang terdampak pandemi Covid-19.

Kades Racek Hosnadi mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warganya itu nanti berupa uang tunai melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLD) DD. Tercatat ada 175 warga yang terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan tersebut. Ke-175 KPM BLT DD tersebut merupakan hasil keputusan musyawarah desa setelah melakukan pendataan terhadap warga yang masih terdampak.

“Hingga saat ini, yang tersalur sudah 3 tahap, setiap tahapannya itu Rp 300 ribu. Jadi yang sudah diterima masing-masing KPM totalnya Rp 900 ribu,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut masih akan terus berlangsung selama beberapa tahapan lagi. Sebab, total uang tunai yang akan diterima oleh masing-masing KPM BLT DD mencapai Rp 3,6 juta.

“Sisanya masih Rp 2,7 juta masing-masing KPM, jadi masih ada 9 tahapan penyaluran,” terangnya.

Ia menilai, BLT DD masih perlu untuk terus disalurkan hingga tahun 2022 ini. Sebab, dengan kondisi pandemi yang belum berakhir, perekonomian sebagian warganya masih ada belum pulih seperti sebelum adanya wabah corona ini.

“Salah satu dampak yang paling nyata dari pandemic Covid-19 ini adalah kestabilan sektor perekonomian, makanya BLT DD ini masih penting untuk tetap disalurkan,” ujarnya.

Kades Hosnadi pun berharap, uang tunai dari bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para KPM. Sehingga, sector perekonomian di Desa Racek dapat terus terus berputar.

“Salah satu tujuan diberikannya BLT DD ini secara bertahap memang untuk memaksimalkan pemanfaatannya. Kalau langsung diberikan semuanya, khawatir boros penggunaannya,” ucapnya.

Layani Kesehatan Warga

DALAM menghadapi pandemi Covid-19, Pemdes Racek bukan hanya memberikan bantuan uang tunai. Pemdes setempat juga menggalakkan pemberian vaksin bagi warga setempat.

Kades Racek Hosnadi mengatakan, hingga saat ini sudah ada ratusan warga yang berhasil divaksin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh warga setempat agar tidak mudah terpapar virus corona.

“Vaksin ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, makanya kami sering menyediakan layanan vaksinasi bagi warga,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah Pemdes setempat dalam mendukung program-program pemerintah daerah., sekaligus menjadi bentuk ikhtiyar dalam memerangi pandemic Covid-19.

“Penting untuk mengikuti vaksinasi, karena hingga sekarang obat langsung dari covid-19 masih belum ditemukan, yang ada hanya pencegahan,” paparnya.

Selain itu, di desa setempat juga rutin dilakukan kegiatan posyandu saban bulannya, baik bagi lansia maupun bagi balita. Tujuannya, dalam masa pandemic ini kesehatan warga setempat bisa terus terkontrol dan terjaga.

Kegiatan ini pun menurut Kades Hosnadi rutin digelar saban minggunya secara bergantian dari posko-posko posyandu yang ada. Totalnya, ada 4 posko posyandu yang ada di desa setempat, sehingga dalam sebulan, semua posko posyandu yang ada rutin menggelar posyandu.

“Sebelum vaksin, posyandu ini kami rutin gelar, biar kesehatan warga itu terjaga. Karena di posyantu itu ada PMT (Pemberian Makanan Tambahan, red) yang kami berikan,” paparnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel