Desa Kita

Pemerinrah Desa Pedagangan Maksimalkan Pembangunan


PEMERINTAH Desa (Pemdes) Pedagangan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo kini dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Abdul Razak Setyo. Dalam waktu dekat, masa jabatannya akan segera berakhir. Selanjutnya, kades definitif di Pedagangan akan dijabat oleh Ahmad yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan kepala desa (pilkades) beberapa lalu.

Pj Kades Pedagangan Abdul Razak Setyo mengatakan, pihaknya memimpin Desa Pedagangan dalam masa transisi selama 5 bulan pada awal tahun 2022 ini. Di masa tersebut, pihak desa telah berhasil membangun sejumlah sarana fisik menggunakan Dana Desa (DD) tahap I.

“Dari DD tahap 1, kami membangun adalah jalan rabat beton di Dusun Kalongan sepanjang 413 x 2,5 meter,” ujarnya.

Sementara dari DD tahap 2, pihaknya membangun setidaknya 3 sarana fisik. Yakni jalan rabat beton di Dusun Krajan I sepanjang 129 x 2 meter. Selanjutnya jalan akses pertanian sepanjang 620 x 1,2 meter dan dan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sejumlah 3 unit.

“Pembangunan sarana fisik ini menjadi sangat penting demi menunjang kegiatan perekonomian warga. Juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga lewat program penyediaan akses jalan yang layak,” ujar Abdul Razak Setyo.

Menurutnya, sejatinya pembangunan sarana fisik di Desa Pedagangan bisa lebih banyak lagi pada tahun ini. Namun adanya pandemi Covid-19 membuat DD yang tersedia banyak digunakan untuk  penanganan dampak pandemi Covid-19.

“Harusnya pembangunan fisik tahun ini bisa lebih banyak lagi. Namun karena refocusing DD, sehingga hanya sedikit pembangunan fisik yang bisa terealisasi,” terangnya.

Prioritaskan Penanganan Dampak Pandemi

PENANGANAN dampak pandemi Covid-19 adalah program penting yang dijalankan oleh Pemdes Pedagangan. Beragam langkah cepat dilakukan agar warga desa setempat terhindar dari dampak pandemi global tersebut.

Dengan memanfaatkan Dana Desa (DD) yang tersedia, Pemdes Pedagangan menjalankan program bantuan sosial (bansos) berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Total ada sebanyak 195 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan tersebut. Mereka merupakan keluarga yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.

Pj Kades Pedagangan Abdul Razak Setyo mengatakan, ratusan KPM tersebut telah terdata sebagai penerima BLT DD tahun 2022. Jumlahnya lebih banyak dari penerima BLT DD tahun 2021 yang jumlahnya 73 KPM.

“Ada peningkatan lebih dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir dan membuat banyak keluarga kehilangan atau berkurang mata pencahariannya sehingga butuh bansos,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Razak Setyo menyampaikan bahwa penyaluan BT DD itu dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Di periode sebelumnya, bantuan bisa disalurkan tiap 3 bulan sekali. Kini bantuan diserahkan biasanya dalam waktu 1 bulan sekali.

“BLT DD itu secara rutin kami salurkan kepada para penerima yang telah terdaftar. Adapun para KPM tersebut merupakan para penerima bansos yang telah melalui tahapan verfal (verifikasi faktual), sehingga tidak tumpang tindih dengan program bansos lainnya,” terangnya.

Perhatikan Kesehatan Lansia dan Balita

PEMDES Pedagangan Tak hanya fokus pada penanganan dampak pandemi Covid-19. Namun juga menggarap sejumlah program penting lainnya. Seperti upaya pelayanan kesehatan kepada warga lanjut usia (lansia) dan bawah lima tahun (balita).

Pj Kades Pedagangan Abdul Razak Setyo mengatakan, pihaknya berkomitmen menjalankan program ini. Hal itu dibuktikan dengan rutinnya kegiatan pemberian gizi tambahan (PMT) bagi lansia dan balita di balai desa melalui Posyandu desa.

“Setiap bulan selalu ada program peningkatan gizi yang diberikan pada kedua golongan rentan gizi buruk ini,” terangnya.

Menurutnya, program peningkatan gizi bagi lansia dan balita itu merupakan salah satu kegatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Oleh karena itu, pemerintah desa didorongnya agar lebih pro aktif lagi dalam salah satu program pencegahan gizi buruk.

“Para lansia dan balita harus terpenuhi gizinya. Karena dengan terpenuhinya gizi, penyakit tidak akan mudah menyerang dan warga tidak akan mudah sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdul Razak Setyo mengatakan, selain memberikan makanan penunjang untuk gizi tambahan, pihak desa juga memberikan vaksinasi Covid-19 secara gratis. Khususnya kepada warga lansia dan anak-anak usia 6-12 tahun.

“Program vaksinasi Covid-19 ini merupakan kebijakan pemerintah pusat. Sebagai pemangku pemerintahan di tingkat desa, sudah seharusnya kami mensukseskan program tersebut,” tegasnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel