Desa Kita

Pemerintah Desa Tulupari Istikamah Membangun


TULUPARI merupakan salah satu desa di bagian barat Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Desa yang kaya akan sumber daya alam berupa perkebunan kayu sengon ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Terutama di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Zainul Arifin.

Pemerintah Desa (Pemdes) Tulupari memiliki kewajiban untuk melakukan refocusing Dana Desa (DD) akibat dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Hal itu membuat pemdes setempat berupaya keras untuk memaksimalkan anggaran yang ada untuk membangun infrastruktur pada tahun 2022. Selain itu juga melakukan upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi warga desa setempat.

Kades Zainul Arifin mengungkapkan, sebesar 60 persen DD yang tersedia tahun ini di antaranya diwajibkan untuk dipakai sebagai biaya penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19. Selanjutnya, 20 persen dialokasikan untuk bantuan peningkatan taraf hidup masyarakat. Sehingga alokasi untuk pembangunan infrastruktur hanya tersisa sekitar 20 persen.

“Dengan anggaran yang tersedia itu, praktis tak banyak pembangunan fisik yang bisa kami kerjakan. Infrastruktur ini kami prioritaskan untuk dikerjakan pada DD tahap 1 tahun 2022,” ungkapnya.

Infrastruktur prioritas yang dimaksud Kades Zainul Arifin meliputi pembangunan jalan rabat beton di Dusun Karang Tengah sepanjang 175 x 1,5 meter. Pembangunan serupa juga dilakukan di Dusun Krajan sepanjang 60 x 2 meter.

“Sisanya untuk penyaluran BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) kepada sebanyak 149 KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” ungkapnya.

Kades Zainul Aifin bertekad untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur di desanya. Pada rencana pembangunan pada pencairan DD tahap II, pihaknya berencana membangun Tanggul Penahan Tanah (TPT) di Dusun Dulugan sepanjang sekitar 150 meter.

“Proyek fisik harus tetap ada agar manfaat pembangunan oleh pemerintah tetap dirasakan oleh warga. Kami selalu berkomitmen dan istikamah atas hal itu. Ini demi kesejahteraan warga Desa Tulupari,” tegasnya.

Berupaya Jamin Keamanan Desa

KEAMANAN lingkungan menjadi isu yang paling menyita perhatian warga Desa Tulupari. Oleh karena itu, pemdes setempat selalu berupaya menjamin keamanan wilayahnya. Salah satunya dengan rencana membangun poskamling (pos keamanan lingkungan) di sejumlah titik strategis.

Kades Tulupari Zainul Arifin mengatakan, hampir setiap malam perangkat desanya selalu berkeliling desa. Dibantu warga, para perangkat desanya itu berpatroli untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencurian hewan (curwan) maupun penurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang sedang marak.

“Salah satu solusi untuk mencegah maraknya curwan dan curanmor adalah dengan menggelar patroli dan mendirikan poskamling di sejumlah titik strategis. Misalnya di perbatasan desa maupun di persimpangan jalan desa,” terangnya.

Namun rencana itu terhambat karena DD yang ada cukup terbatas. Oleh karenanya, Pemdes Tulupari belum bisa merealisasikan program fisik untuk sarana pendukung kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) itu. Sehingga Kades Zainal Arifin berupaya untuk mengajukan dana hibah ke sejumlah perusahaan maupun kepada wakil rakyat.

“Kami baru dapat bantuan berupa pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum) di sepanjang ruas jalan desa kami. Memang belum mampu menerangi jalan secara menyeluruh. Namun ke depannya kami beharap agar dapat bantuan berupa pendirian poskamling,” harapnya.

Menurutnya, dengan lingkungan yang terjamin keamanannya, laju pembangunan desa akan terbantu. Sehingga warga tak perlu waswas dalam beraktivitas maupun ketika beristirahat di malam hari.

“Memastikan keamanan lingkungan dan warga adalah bagian dari tugas kepala desa. Kami akan terus berupaya bersama warga untuk bersama-sama menjaga keamanan Desa Tulupari agar tetap kondusif,” tegas Kades Zainul Arifin.

Sigap Atasi Dampak Pandemi Covid-19

DAMPAK pandemi Covid-19 turut dirasakan oleh warga Desa Tulupari. Bagaimana tidak, Pemdes Tulupari mencatat setidaknya ada sebanyak 149 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak secara ekonomi akibat wabah global itu.

Kades Tulupari Zainul Arifin menyampaikan, pihaknya menyalurkan bantuan sosial melalui program Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa. Program yang disebut BLT DD ini merupakan salah satu upaya Pemdes Tulupari untuk mengatasi berkurangnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Bukan hanya daya beli masyarakat yang berkurang akibat terdampak pandemi Covid-19. Tapi banyak warga yang secara ekonomi kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian mereka. Sehingga adanya program BLT DD itu akan sangat membantu mereka,” terangnya.

Menurut Kades Zainul Arifin, penyaluran BLT DD dilakukan secara sistematis dan tepat sasaran. Penerima bantuan sosial dari program lainnya seperti BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan) dipastikan tidak menerima BLT DD.

“Kami terus melakukan verifikasi data faktual agar penerima BLT DD tidak tumpang tindih dengan penerima bansos lainnya. Ini penting agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kades Zainul Arifin mengatakan, progam BLT DD ini diharapkan tidak berlangsung terus menerus. Pasalnya, pemdes juga memiliki program pembangunan lainnya yang tak kalah pentingnya. Terutama pembangunan infrastruktur.

“Harapannya, pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga desa bisa membangun infrastrukturnya secara normal. Karenanya, setiap program penanganan Covid-19 selalu kami gencarkan. Termasuk kegiatan vaksinasi masal,” terang Kades Zainul Arifin. (tm/eem)


Bagikan Artikel