Covid-19

Diswab, Ratusan Bumil Positi


KRAKSAAN – Sepanjang tahun ini, ada sekitar 5.590 ibu hamil (bumil) di Kabupaten Probolinggo yang dilakukan pemeriksaan rapid antigen. Dari ribuan bumil yang dites itu, 326 di antaranya dinyatakan positif. Dengan landasan ini, pemerintah setempat pun mulai melakukan vaksinasi pada bumil.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menyampaikan, rapid test antigen atau swab yang dilakukan pada para bumil, sudah dilakukan oleh setiap rumah sakit dan puskesmas di masing-masing kecamatan. Hasilnya, ratusan bumil dinyatakan positif. Sehingga bumil harus dilakukan karantina untuk mencegah penularan, serta pengobatan untuk menjaga kesehatan kandungan.

Kata dr Dewi, dari sekian bumil yang dinyatakan positif, 20 bumil diantaranya tercatat meninggal dunia. Mereka meninggal dalam keadaan positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan. Namun, kematian bumil itu terjadi sejak dua bulan terakhir, yaitu Juli-Agustus. Rinciannya, pada Juli ada sebanyak 10 bumil, Agustus awal 7 bumil, dan Agustus pertengahan 3 bumil.

“Jumlah kematian itu muncul sejak dua bulan terakhir. Kalau dari awal tahun ini tidak ada angka kematian bumil positif. Nah angka kematian itu kemudian menjadi landasan dilakukannya vaksinasi bumil,” ungkap dokter Dewi Vironica.

Ia menjelaskan, vaksinasi bumil itu sudah mulai dilakukan sejak pekan terakhir ini. Alasannya, karena munculnya angka kematian positif Covid-19. Dengan dilakukannya vaksinasi itu, pihaknya berharap dapat menekan angkat kematian bumil di wilayah setempat.

Sejak diberlakukannya vaksinasi bumil pada 21 Agustus lalu, hingga kini tercatat ada 60 bumil yang telah mengikuti vaksinasi. Target sasarannya sekitar  4.000 lebih bumil hingga akhir tahun ini.

“Vaksinasi itu bagus untuk bumil. Dari usia kandungan 3 minggu hingga sebelum melahirkan. Jenis dosis vaksin yang diberikan pada bumil berupa sinovac,” jelas wanita berkacamata itu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel