Bencana Alam

Gegara Jembatan Mampet, Desa Tambakrejo Diterjang Banjir


PROBOLINGGO – Warga Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo, kembali diterjang banjir. Meski tidak parah seperti sepakan lalu, namun banjir kiriman itu membuat warga waswas.

Sebelumnya, Dusun Wringinan dan Dusun Krajan diterjang luapan air sungai Laweyan pada Minggu (6/2) lalu hingga merendam ratusan rumah. Banjir itu mulai masuk ke pemukiman warga pada Selasa (15/2) sekitar pukul 15.45 sore.

Salah satu warga Tongas, Hafid menjelaskan, kalau air sungai Laweyan tersebut naik, akibat hujan lebat lereng Gunung Bromo dan sekitar Kecamatan Lumbang.

“Selatan hujan cukup lama mas, sekitar 2 jaman,” jelasnya.

Sementara itu, Sanusi, warga Tambakrejo Kecamatan Tongas mengatakan, kalau pada saat air mulai masuk ke are pemukim warga, warga langsung panik.

“Ya, Mas. Tadi warga panik dan berhamburan keluar rumah semuanya,” ujarnya.

Sedangkan Supervisor Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo Aries Setyawan mengatakan, wilayah Bromo seperti, Kuripan, Sumber dan Sukapura diguyur hujan deras dengan durasi cukup lama.

“Sudah ada (Petugas) dilokasi banjir,” tegasnya.

Kasi Kedaruratan Abdullah menambahkan hingga tadi malam pihaknya masih proses asesmen. Hasil asesmen sementara memang banjir di tambakrejo masih parah sepekan lalu.

“Lebih parah minggu lalu, Mas,” terangnya.

Dari asesmen sementara, yang perlu dilakukan dalam waktu dekat yakni memberikan bantuan penyemprotan, di halaman masjid di dusun tersebut.

“Sudah surut, Mas,” kata Abdullah Selasa malam.

Terkait dengan penyebab banjir, Abdullah mengatakan salah satunya karena adanya jembatan penghubung antara Probolinggo dan Pasuruan di tengah desa tersebut. Jembatan yang ada itu, ternyata ada tiang di tengah sungai. Karena itu pula, banyak ronting pohon dari hutan itu tersendat dan mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga di dua dusun.

“Jembatan penghubung pasuruan dan probolinggo ada cagak tengah sungai, itu meluapnya. Barongan menghambat dan menyebab banjir. Langkah kedepan kami sudah ke PUPR, untuk segera diperbaiki,” katanya.

Dari masukan warga, mereka berharap ada jembatan gantung baru penghubung antar dua daerah.

“Sehingga mereka setiap tahun tidak terkena banjir,“ harapnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel